Indonesia Muda Tuan Rumah Pertama

IBL 2006

Indonesia Muda Tuan Rumah Pertama

- Sport
Selasa, 04 Apr 2006 18:14 WIB
Jakarta - Untuk pertama kali A Mild IBL mengenal sistem home base. Indonesia Muda Panasonic Telkomsel menjadi tim yang menjadi tuan rumah pertama. Hall basket, Gelora Bung Karno, Senayan, 5-9 April 2006, selama empat hari akan menjadi home base IMPT. Sebagai tuan rumah sudah tentu IMPT akan menjadi tim dengan jumlah pertandingan terbanyak. Skuad yang kini dibesut Amran tersebut akan bertemu Citra Satria (5/4/2006), CLS Good Day (6/4/2006), Bhinneka Solo (8/4/2006) dan Angsapura Sania (9/4/2006).Dan IMPT pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dikatakan oleh asisten pelatih Tri Adnyana Adiloka, timnya menargetkan tiga kemenangan di putaran ini. "Target kami meraih tiga kemenangan. Hasil tersebut mudah-mudahan akan membuat kami di seri berikutnya bisa tampil lebih baik," tukas Tri saat jumpa pers di Cafe Front Row, Senayan, Jakarta, Selasa (4/4/2006). Pada hari pertama, IMPT langsung bertemu dengan tim sekota CS. Tri pun mengatakan timnya akan bersiap sebaik mungkin untuk meraih kemenangan. "Walaupun di hari pertama kami akan bertemu dengan rekan satu daerah, Citra Satria, kami tidak akan melepaskan peluang untuk meraih poin di pertandingan nanti," tegasnya. Namun target tersebut tidak akan mudah diraih. Karena tim lain pun punya target masing-masing. Seperti tim asal Jakarta, Kalila, menargetkan kemenangan di pertandingan pertama melawan Avian Bima Sakti. Demikian juga tekad Aspac Putra Riau. "Saya pribadi punya hutang ke owner, sponsor dan fans yaitu harus menang melawan Bhinneka. Hutang adalah hutang. Dan itu harus dibayar," kata pelatih Tjetjep Firmansyah. Bhinneka akan menjadi lawan Aspac pada hari kedua (6/4/2006). Pada pertemuan terakhir di ajang Turnamen IBL 2006, Bhinneka, yang ketika itu diperkuat pemain asing asal Filipina, Paul Reguera, menang 85-78. Selain IMPT, Citra Satria, Kalila dan Aspac, seluruh peserta IBL akan bermain di putaran pertama ini. Setelah Hall Basket Senayan, seluruh daerah asal tim peserta IBL juga akan kebagian buat menjadi tuan rumah. Penggunaan home base memang disengaja oleh penyelenggara IBL musim ini. Oleh karena itu tidak heran kalau reguler season tahun ini digelar di 8 kota. Satu-satunya tim yang tidak punya tim namun dipercaya sebagai tuan rumah adalah Yogyakarta. Tetapi itu pun dengan pertimbangan tertentu."Memang tahun ini kami fokus menggelar IBL di kota yang punya tim. Ke depan kami ingin masing-masing tim punya home base. Untuk yang pertama ini kami berikan pada IMPT supaya mereka belajar gimana cara menyelenggarakan event ini," ucap anggota komisaris IBL Hasani Abdulgani. "Pengecualian hanya diberikan buat Yogyakarta. Soalnya dari pengalaman terdahulu Yogya termasuk kota dengan animo paling besar. Turnamen basket yang diadakan di sana selalu ramai," tandasnya. (mel/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads