Kehadiran Penonton Diputuskan H-7 Sebelum IBL 2022

Mercy Raya - Sport
Rabu, 29 Des 2021 19:11 WIB
Louvre Dewa United vs Bima Perkasa
Foto: dok. IBL
Jakarta -

Belum ada perubahan terkait rencana menghadirkan penonton di Indonesia Basketball League (IBL) 2022. Keputusan akhir melihat perkembangan H-7 kompetisi.

IBL akan digelar di enam kota mulai 15 Januari hingga 29 Mei, dengan kota Jakarta sebagai lokasi seri pertama. Menuju liga tersebut, IBL maupun Perbasi juga telah meminta agar dapat menghadirkan penonton karena adanya desakan dari pecinta bola basket yang ingin menyaksikan secara langsung.

Selain itu, melihat kondisi pandemi yang sudah melandai sehingga peluang mendatangkan penonton dapat dilakukan. Mereka meminta kompetisi dapat dihadiri 10-20 penonton. Lantas bagaimana progresnya perizinannya?

Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah mengatakan sejauh ini belum ada perubahan terkait wacana menghadirkan penonton. Hal itu juga menyesuaikan dengan rapat 17 Desember lalu yang dipimpin Menpora Zainudin Amali dan dihadiri pihak-pihak terkait yakni kepolisian, Kementerian Kesehatan, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama PP Perbasi.

"Insya Allah tak ada perubahan. Semua kota sudah memberikan dukungan. Tapi kita juga tidak tahu sekarang situasinya. Apalagi ada kasus virus Omicron, dan bersyukurnya situasi COVID-19 di kota-kota penyelenggara IBL masih landai," kata Junas dalam jumpa pers virtual, Rabu (29/12/2021).

Meski begitu, Junas tak ingin gegabah lantaran jadwal dimulainya IBL berdekatan dengan selesainya libur Nataru.

"Jadi statusnya untuk penonton tetap diberikan dukungan, ya dari protokolnya, namun akan melihat situasi seminggu terakhir. Misalnya ada ledakan, kami akan menghormati dan memahami situasi yang terjadi," sebutnya.

"Kami akan update kembali di awal Januari soal statusnya seperti apa. Tapi jika IBL kemarin bisa membuka kembali kompetisi di tengah pandemi, (jika berhasil) maka kali ini juga bisa melanjutkan kembali dengan penonton. Insya Allah."

"Semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, sehingga rencana kita untuk menghadirkan kembali penonton itu tidak ada perubahan," Junas mengharapkan.

(mcy/aff)