Aspac Dikontrak Riau Rp 4 Miliar
Jumat, 19 Mei 2006 22:47 WIB
Pekanbaru - Kepindahan Aspac ke Riau rupanya tidak sepenuhnya mendapat sambutan hangat masyarakat. Desas-desus yang beredar juara bertahan IBL ini hanya ingin mendapatkan kontrak Rp 4 miliar dari Riau. Awalnya manajer tim Basket Aspac Putra Riau, Irawan Haryono enggan membenarkan kabar yang mengatakan kalau kepindahan Aspac ke Riau melibatkan dana sponsor yang besar. Diakuinya timnya tidak dibayar sepeser pun karena mampu mencari sponsor sendiri dari perusahaan luar Riau. Namun setelah didesak, Irawan akhirnya mengaku timnya memang mendapatkan mendapatkan sponsor dari Riau dengan nilai kontrak Rp 4 miliar. Tetapi pria yang akrab disapa Kim Hong ini menegaskan dana itu bukan diperoleh dari APBD Riau. "Sebenarnya kurang etis berbicara nilai kontrak kami. Tapi sudahlah, kami memang dibayar Rp 4 miliar. Namun kami tegaskan kembali dana itu bukan bersumber dari APBD Riau," kata Irawan dalam acara jumpa pers, Jumat (19/05/2006) di Hotel Aryaduta, Jl Diponegoro, Pekanbaru.Pertanyaan seputar nilai kontrak ini muncul karena sebelumnya Pemprov Riau dan Aspac sengaja bungkam kepada wartawan tentang nilai kontrak tersebut. Padahal di satu sisi, wartawan telah mendapat bocoran dari sejumlah perusahaan bahwa mereka diminta untuk mensponsori Aspac di Riau. Selama ini beberapa nama sponsor yang beredar diantaranya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP), Riau Air Line (RAL), dan Hotel Arya Duta Pekanbaru. Selain karena ketidakterbukaan Aspac soal nilai kontrak, hal lain yang diprotes adalah karena tim ini belum memindahkan markasnya ke Pekanbaru, melainkan masih di Jakarta. Padahal mereka mengaku tim dari Riau. "Kita memang belum memindahkan markas Aspac ke Pekanbaru. Tetapi nantinya kita berencana akan berpindah markas di Riau," kata Irawan masih menjawab pertanyaan wartawan.Namun demikian sebagai tuan rumah Aspac sesumbar akan menyapu bersih kemenangan pada seri keempat yang akan dipusatkan di Sport Center di Rumbai, Pekanbaru, 20-21 Mei 2006. Aspac akan bertarung melawan tiga tim lainnya yakni Garuda Panasia, Citra Satria dan Angsapura Sania."Selaku tuan rumah, Aspac Putra Riau yang menduduki peringkat kelima klasemen sementara IBL 2006 menyataan siap menyapu bersih dua game yang akan dimainkan nanti. Namun demikian bukan kami menganggap remeh lawan," tukas Irawan.Menuai Protes Di tempat terpisah anggota DPRD Riau, Edi Ahmad RM, mengatakan pelaksanaan IBL dengan mengontrak tim Aspac senilai Rp 4 miliar, dinilai pemerintah daerah hanya sekedar ingin cari nama. Sebab, di mata Edi pembangunan olahraga bukan semata mengejar prestasi, lebih dari itu adalah pemberdayaan masyarakat."Tidak ada gunanya prestasi menjulang, jika tidak memiliki korelasi dengan peningkatan dan perberdayaan mayarakat yang ada di daerah ini. Menang pun tim Aspac itu, bentar lagi juga akan di kontrak daerah lain. Mestinya, Pemda itu memberdayakan olaharaga ke masyarakat," kata Edi.Edi mencotohkan puluhan miliar dana APBD Riau terkuras untuk tim sepakbola PSPS. Namun hasilnya tidak signifkan. Masyarakat di Riau tetap saja tertinggal dalam prestasi sepak bola."Uang rakyat terkuras membayar tim bintang sepak bola nasional, tapi hasilnya tetap nol. Saya khawatir dalam event IBL ini pun tidak ada imbal baliknya kepada masyarakat kita," ketus Edi. (mel/)











































