Jadwal Play Off IBL 2022: Mulai 13 Agustus, Lokasi Masih Digodok

Mercy Raya - Sport
Kamis, 23 Jun 2022 19:55 WIB
Bima Perkasa kalah dari NSH Mountain Gold dalam lanjutan IBL 2022, Jumat (4/3/2022)
Jadwal Play Off IBL 2022: Mulai 13 Agustus, Lokasi Masih Digodok (Foto: dok Bima Perkasa)
Jakarta -

Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menyebut babak play off kompetisi bola basket Indonesia akan dimulai 13 Agustus mendatang. Namun, lokasi pertandingannya masih dalam penggodokan.

Jadwal babak play off IBL 2022 semula akan berlangsung pada Mei lalu. Namun, padatnya jadwal yang harus diikuti tim nasional putra Indonesia membuat IBL memutuskan mengubah skedul menjadi ke bulan Agustus mendatang.

Adapun agenda padat yang dimaksud mulai dari berlaga di SEA Games 2021 Vietnam pada 12-23 Mei, uji coba di Australia 8 sampai 24 Juni, Kualifikasi FIBA Wrld Cup pada 1 sampai 4 Juli, dan FIBA Asia Cup di Jakarta 12-24 Juli.

Seiring itu, IBL juga terus mempersiapkan diri menatap kompetisi yang akan dimulai kurang dari dua bulan lagi. Salah satunya menentukan tanggal dan lokasi tempat bergulirnya pertandingan.

"Untuk tanggal kami kunci di tanggal 13 sampai 30 Agustus setelah selesai FIBA Asia Cup 2022. Nah, untuk kota belum pasti. Ada lima calon kota awalnya kemudian mengerucut ke tiga kota, yaitu Bandung, Solo, dan Jakarta," kata Junas saat ditemui di Kantor Kemenpora, Kamis (23/6/2022).

"Jadi kami jajaki yang paling memungkinkan di seluruh aspek teknis maupun nonteknis secara pararel. Target kami pada saat FIBA Asia Cup, kami sudah bisa tentukan kotanya," lanjutnya.

Dengan begitu, sebut Junas, babak play off hanya akan digelar di satu kota sampai partai final. "Tadinya mau home and away tetapi karena situasi yang naik lagi, supaya menghindari hal yang tidak diinginkan, jadi lebih baik dipusatkan pada satu kota saja," tutur Junas.

Pemain Asing Bisa Diganti

Junas sekaligus menjelaskan soal pergantian pemain asing yang masih dimungkinkan dilakukan klub sebelum babak play off bergulir. Namun dengan sejumlah catatan yang rasional.

"Misalnya pemain asing itu terbukti melakukan hal-hal yang memberatkan klub, seperti narkoba atau terjerat tindakan kriminal. Atau hal-hal yang dapat dipandang berpotensi merugikan klub dan liga," kata Junas.

"Hal lainnya cedera. Itu pun harus dibuktikan dengan rekap hasil pemeriksanaan dari tim dokter rekanan IBL. Jadi harus valid dan memungkinkan untuk mengganti pemain asing," lanjutnya.

Dalam kasus IBL musim ini, sebab jadwal Timnas yang padat juga turut memengaruhi adanya pergantian pemain asing.

"Sebelumnya kan berakhir Mei, tapi mundur ke Agustus. Itu kan darurat. Sementara pemain asing itu kontraknya per musim. Ini kan kaitannya dengan kontrak dan macam-macam. Sementara, ada pemain itu misalnya sudah dikontrak dengan tempat (klub) lain," ujar Junas.

"Sebetulnya mengganti pemain asing di babak play off ada plus minusnya. Chemistry bisa hilang tapi kan tidak mungkin tanpa pemain asing juga. Jadi memang situasi ini tidak ideal untuk semua, bahkan untuk klub yang mengganti pemainnya karena waktunya mepet juga. Tapi yang pasti klub yang mengganti sudah melalui persetujuan dengan IBL," tegasnya.

(mcy/aff)