ADVERTISEMENT

Vaksin Booster Mungkin Jadi Syarat Penonton FIBA Asia Cup 2022

Mercy Raya - Sport
Selasa, 05 Jul 2022 21:30 WIB
Junas Miradiarsyah
Junas Miradiarsah mengungkap penonton FIBA Asia Cup 2022 harus sudah vaksin booster. (Foto: dok.Istimewa)
Jakarta -

Menatap FIBA Asia Cup 2022, Indonesia kembali dihadapkan pada peningkatan kasus COVID-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang terjadi beberapa hari belakangan.

Imbasnya, pemerintah kembali mensyaratkan wajib booster COVID-19 untuk kegiatan atau aktivitas berskala besar.

Seperti dikutip dari detikHealth, Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito memaparkan, warga yang hendak mendatangi acara dengan jumlah pengunjung lebih dari 1.000 orang harus sudah menerima suntikan vaksin booster.

Khususnya, bagi warga yang sudah berusia di atas 18 tahun. Kebijakan itu bahkan akan diperluas untuk memasuki fasilitas publik dan itu akan diterapkan dalam waktu dekat.

Lantas bagaimana dengan perhelatan FIBA Asia Cup 2022 yang akan dilangsungkan di Istora Gelora Bung Karno (GBK), mulai 12- 24 Juli mendatang? Setidaknya akan ada 75 persen penonton dari total kapasitas venue 7.166 orang dan sejauh ini tiket juga sudah mulai dijual.

"Memang dengan PPKM level dua, kalau tak salah pemerintah akan menetapkan vaksinnya harus (vaksin) booster terutama yang masuk mall," kata Junas ketika ditemui di Pos Bloc, Jakarta, Selasa (5/7/2022).

"Tapi ini penjualan tiket (FIBA Asia Cup) sudah terjadi kemarin. Kalau orang sudah beli (tiket), kemudian alasannya belum booster, tentu merasa dirugikan."

"Tapi kami sudah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan atau Kementerian Kesehatan, untuk memfasilitasi booster di sana (lokasi Istora). Mudah-mudahan jadi mulai 12 Juli. Tapi kalau melihat di Jakarta, vaksinasi ratenya tinggi, begitu juga dengan booster. Jadi walau syaratnya semisal harus booster, tak jadi masalah buat kami," dia menjelaskan.

Meskipun begitu, Junas belum bisa memastikan apakah vakein booster bakal menjadi syarat wajib penonton untuk masuk Istora GBK menyaksikan FIBA Asia Cup 2022.

"Belum bisa dibilang itu sebagai syarat mutlak wajib booster. Nanti kita lihat lagi seperti apa karena SE (Surat Edaran) baru 4 Juli kemarin. Kami juga baru koordinasi. Tapi dengan vaksin lengkap pun Insyaallah aman," Junas mempertegas.

(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT