Aspac vs SM Britama di Final

Final Four IBL 2006

Aspac vs SM Britama di Final

- Sport
Kamis, 31 Agu 2006 01:04 WIB
Jakarta - Final IBL dua tahun terakhir kembali terulang pada IBL tahun ini. Aspac Putra Riau bertemu Satria Muda Britama di Championship Games setelah menyingkirkan Garuda Panasia di final four. Melawan Panasia, Aspac sempat tertinggal 0-1 setelah ditekuk Andre Tiara cs pada game pertama. Namun Riko Hantono cs berhasil merebut dua game berikutnya dan membalikkan skor menjadi 2-1. Langkah Aspac ke partai puncak dipastikan setelah pada game ketiga yang digelar Rabu (30/8/2006) di GOR Kertajaya, Surabaya, tim asuhan Tjetjep Firmansyah menaklukkan Panasia dengan skor 65-52.Pertarungan kedua tim telah terlihat sejak awal kuarter dimana tim Aspac yang menurunkan starter Riko Hantono, Hari Suharsono, Mario Wuysang, Andy 'Batam' Poedjakesuma dan Rommy Chandra telah memasang tiga big men. Strategi itu cukup membuat para pemain Panasia yang dengan skuad yang terdiri dari Firmansyah, Cokorda 'Wiwin' Raka, Yanto Sudiarto, Agustinus 'Aguy' Indrajaya dan Andre Tiara sedikit kewalahan untuk menembus pertahanan lawan. Memasuki kuarter kedua, terlihat para pemain Garuda Panasia banyak melakukan turnover sehingga bola dengan cepat berpindah ke kubu Aspac dan diselesaikan dengan manis untuk menambah angka. Di akhir kuarter, selisih angka semakin jauh yaitu 42-23 masih memimpin Aspac.Ketinggalan di kuarter kedua, memacu semangat Aguy dan kawan-kawan untuk mengejar di kuarter berikutnya. Di kuarter ketiga ini, Garuda Panasia telah menemukan permainannya kembali dan memimpin dalam perolehan poin yaitu sebanyak 16 poin sementara Aspac hanya mengumpulkan 10 poin saja, namun kuarter tiga masih dipimpin oleh Aspac dengan skor 52-39.Permainan yang cepat dan keras juga masih diperlihatkan di kuarter keempat. Di kuarter akhir ini, Aspac masih menampilkan strategi full court press-nya, yang ternyata ampuh dalam membendung serangan-serangan Garuda Panasia. Dengan strategi ini pula membuat permainan Garuda Panasia tidak berkembang. Mereka banyak melakukan kesalahan-kesalahan yang menyebabkan kesempatan terbuang percuma. Dua kali tembakan yang dilakukan oleh Wiwin lewat slam dunk juga tidak mampu ditutup dengan manis untuk mengejar ketinggalan. Kedua sama-sama memperoleh 13 poin di kuarter ini, namun tentunya hasil ini tidak mampu membuat tim asuhan pelatih asal Filipina David Zamar untuk lolos ke final.Pada pertandingan itu yang menjadi pencetak skor terbanyak di kubu Aspac adalah Hari Suharsono dengan 13 poin, 3 rebound dan 1 assist. Sementara di kubu Panasia, Aguy masih tetap menjadi penyumbang poin terbanyak yaitu 22 poin dan 2 assist.Manajer Panasia, Simon Pasaribu menjelaskan mengenai kekalahan yang diderita oleh anak asuhnya. "Para pemain telah berusaha memberikan yang terbaik bagi para pendukung kami. Namun ternyata sulit untuk mengejar ketertinggalan poin terutama akibat kedodoran di kuarter kedua".Sementara kapten Aspac, Riko Hantono mengatakan bahwa timnya tidak pernah terpikir untuk kalah terlebih pada laga penentu melawan Garuda Panasia malam ini. Setelah dikalahkan pada pertemuan pertama mereka, Aspac tidak ingin membuang kesempatan untuk pertandingan kedua serta pertandingan tambahan malam ini.Sedangkan mengenai musuh bebuyutan yang akan ditantang pada Championship Games mendatang, Riko menambahkan bahwa mereka akan berlatih lebih keras dan mempersiapkan mental dan fisik.Championship Games menggunakan sistem pertandingan Best of Three dan home-away-home. Partai puncak tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 10, 17 dan 21 September 2006. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads