Ronny Cemerlang, SM Menang

IBL 2006

Ronny Cemerlang, SM Menang

- Sport
Senin, 11 Sep 2006 00:50 WIB
Jakarta - Satria Muda Britama membuka peluang menjuarai IBL 2006 setelah menekuk Aspac Putra Riau di partai pertama Championship Games (final) yang berlangsung di kandangnya. Dengan sistim pertandingan Best of Three dan Home-Away-Home, partai pertama Championship digelar di kandang Satria Muda BRItama, Britama ArenaSportsmall, Kelapa Gading, Minggu (10/9/2006).Dengan dukungan penuh para supporternya, Satria Muda BRItama tampil sangat gemilang dan mampu menundukkan tim yang diarsiteki Tjetjep Firmansyah, Aspac Putera Riau dengan skor 86-62 (39-37).SM menurunkan starting five yang terdiri dari Faisal J. Ahmad, Youble Sondakh, Wahyu Widayat Jati, Denny Sumargo dan Ronny Gunawan yang disambut meriah oleh ribuan pendukungnya. Sementara di kubu Aspac, pelatih Tjetjep memasang lima staternya yaitu kapten Riko Hantono, Andrie 'Yayan' Ekayana, Mario Wuysang, Hari Suharsono dan Antonius Joko Endratmo.Kedua tim memainkan permainan yang sangat cepat, ketat dan seru hampir sepanjang pertandingan. Dalam pertengahan kuarter pertama perolehan angka hanya berbeda tipis saja dimana SM sempat tertinggal 1 angka dengan skor 11-12, namun berikutnya justru Aspac yang terlihat tidak berkutik menghadapi serangan-serangan anak asuh Fictor Roring tersebut. Aspac bahkan gagal menembus benteng pertahanan lawan yang menjaga ketat shooting guard Riko Hantono dan Mario Wuysang. Keadaan ini membuat Aspac tidak produktif untuk menambah angka dimana skor akhir di kuarter pertama ini dimenangi oleh SM dengan skor 21-13.Sempat tidak berkutik di kuarter pertama membuat Tjetjep memerintahkan anak asuhnya untuk bermain lebih agresif di kuarter kedua. Strategi ini tampaknya berhasil karena Aspac secara perlahan menyusul kekalahan mereka.Walaupun di awal kuarter kedua, Wahyu Widayat Jati dan kawan-kawan masih mampu menambah angka namun Aspac memberikan perlawanan yang ketat. Dan akibat ketatnya permainan yang ditampilkan membuat Rommy 'Gepeng' Chandra terkena foul trouble di sisa pertandingan 5 menit 2 detik. Menjelang akhir kuarter kedua, Octo, power forward SM, melakukan kesalahan dengan memblok tembakan Aspac dengan posisi bola yang sudah menyentuh ring. Kondisi ini membuat wasit memberi angka pada Aspac yang ditutup dengan ketinggalan hanya dua angka saja yaitu 39-37 masih untuk SM.Setelah kuarter kedua, kedua tim mendapatkan break time selama sepuluhmenit. Di paruh waktu pertandingan ini, tim A Mild dan IBL memberikan penghargaan kepada point guard Kalila, Kelly Purwanto sebagai MVP (Most Valuable Player) Regular A Mild IBL 2006. Atas penghargaan ini, Kelly mendapatkan hadiah berupa trophy dan uang tunai sebesar Rp 3 juta.Kedua tim yang telah sama-sama panas, di kuarter ketiga masih memperlihatkan pertarungan sengitnya. Dan akibat dari permainan keras yang ditampilkan, membuat para pemain kedua tim terkena foul. Dan power forward SM, Wellyanson Situmorang terkena foul trouble. Di kuarter ketiga ini, kedua tim sama-sama ngotot untuk saling menaklukan satu sama lainnya. Terjadi susul menyusul perolehan angka dan keduanya bahkan sama-sama mencetak 16 poin hingga pertandingan berakhir 55-53 di kuarter ketiga, masih untuk kemenangan SM.Memasuki kuarter keempat, tampaknya semangat bertanding SM yang sempat kendur, bangkit kembali. Di awal kuater keempat ini mantan pemain CLS Good Day yang tahun ini memperkuat SM, Ronny Gunawan tampil sangat bagus dan berturut-turut mencetak poin hingga Aspac semakin tertinggal. Bahkan Ronny sempat melakukan slam dunk yang menjadi pemicu semangat bagi rekan-rekannya. Dengan telah menemukan kepercayaan dirinya kembali, anak-anak SM pun secara perlahan meninggalkan lawannya yang memang terlihat tidak berkembang di kuarter keempat ini. Di kuarter penentuan ini Aspac hanya mampu menambah 9 poin saja sementara SM secara mengagumkan menambah 31 poin yang membuat SM tidak terkejar. Seusai pertandingan pelatih Fictor Roring mengatakan bahwa ia sangat bangga dengan timnya. Namun kredit khusus diberikan untuk Ronny. "Memang pada kuarter kedua anak-anak sempat agak down. Hal ini wajar terlebih mengingat tim yang mereka lawan hari ini adalah tim juara tahun lalu, Aspac. Namun hal ini bukan berarti anak-anak tidak dapat mengatasi pressure, dan terbukti anak-anak tampil sangat luar biasa," ujarnya. "Khusus untuk Ronny Gunawan, saya memberikan kredit dan salut sekali dimanahari ini Ronny tampil sangat luar biasa. Saya rasa secara tim hari ini SM BRItama tampil sangat luar biasa," tambahnya. Ronny menjadi pencetak terbanyak bagi timnya SM dengan 22 poin, 10 rebound dan 2 assist. Hasil ini juga menobatkan Ronny Gunawan sebagai MVP partai Championship A Mild IBL 2006. Sementara di kubu Aspac, sang kapten, Riko Hantono menjadi penyumbang terbesar dengan 12 poin dan 1 assist.Sementara Tjetjep Firmansyah, arsitek Aspac Putera Riau mengatakan bahwa timnyasudah melakukan usaha yang maksimal untuk menghadapi tuan rumah SM. "Kami mampu memimpin satu angka di kuarter ketiga, namun karena anak-anak kurang sabar maka kesempatan emas ini terlepas. Kekurang sabaran tim kami juga tidak hanya terjadi di offense namun juga di defense, dan banyak hal-hal kecil yang menyebabkan tim kami harus mengakui keunggulan lawan." Ketika ditanya mengenai peluang bermain di kandang sendiri tanggal 17 September mendatang, Tjetjep mengatakan bahwa mereka akan membalas kekalahan di Jakarta ini. Pertandingan kedua akan dimainkan pada tanggal 17 September 2006 yang bertempat di Hall A Rumbai, Pekanbaru, Riau. (mel/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads