Sonics Tak Bisa Menang Lawan Spurs
Rabu, 04 Apr 2007 12:20 WIB
San Antonio - San Antonio Spurs menjadi lawan yang mengerikan buat Seattle Supersonics musim ini. Buktinya Sonics tidak mampu mengalahkan Tim Duncan cs di reguler season. Kekalahan terakhir diderita Sonics di AT&T Center, San Antonio, Rabu (4/4/2007) WIB, dengan skor 110-91. Itu merupakan kekalahan keempat Sonics atas Spurs dari empat pertemuan. Spurs seakan menjadi momok buat Sonics musim ini. Bulan lalu, tim yang diarsiteki oleh Gregg Popovich itu bahkan memaksa Rashard Lewis cs menelan salah satu kekalahan terburuk di kandang saat menghajar Sonics 120-79. "Mereka tim yang sangat baik, titik. Mereka menunjukkan sejauh mana mereka ada di depan kami. Masih banyak yang harus kami pelajari. Masih banyak yang harus kami perbaiki," tukas Lewis. Pada pertandingan itu forward Spurs, Bruce Bowen, tampil impresif dengan sumbangan 18 poin. Yang istimewa, kesemuanya dihasilkan melalui tembakan tiga angka. Bowen, yang memang terkenal sebagai salah satu penembak tiga angka yang jitu di NBA, sebelumnya juga pernah melesakkan enam tembakan tiga angka. Yang dibukukannya hari ini adalah untuk kali ketiga dalam karirnya."Mendapatkan begitu banyak kesempatan menembak sungguh luar biasa," sahut pebasket yang mampu menuntaskan enam tembakan dari sembilan peluang yang diperolehnya pada pertandingan itu. "Saya punya kesempatan untuk menembak. Jika dibandingkan dengan pertandingan lain, dimana saya tidak mendapatkan kesempatan itu. Rasanya menyenangkan, walau saya pernah melakukan ini sebelumnya," sambungnya. Di kubu Sonics, poin terbanyak disumbangkan oleh Chris Wilcox dengan raihan 20 poin. Kalah, Sonics pun semakin jauh dari tempat di playoff. Saat ini tim yang diarsiteki Bob Hill itu menempati posisi 13 klasemen Wilayah Barat dengan selisih enam game dengan tim di posisi delapan. Sementara itu Indiana Pacers masih harus berjuang lebih keras guna mengamankan posisinya di playoff. Kalah 100-85 atas Detroit Pistons, Pacers terlempar dari delapan besar Wilayah Timur. Dengan rekor pertandingan 32-42, Pacers tertinggal dua game di belakang peringkat delapan Orlando Magic. Sebaliknya, kemenangan atas Pacers membuat Pistons semakin mantap di puncak klasemen Wilayah Timur. (mel/krs)











































