SEABA 2007
Indonesia vs Filipina di Final
Jumat, 13 Apr 2007 23:41 WIB
Jakarta - Indonesia Satria Muda Britama akan menghadapi Filipina Harbour Center di final SEABA Championships Cup 2007 setelah masing-masing menuai kemenangan atas lawan-lawannya di partai ketiga.Menurunkan tim yang sama dengan tim yang mengalahkan Filipina di partai kedua, Indonesia tidak kesulitan mengalahkan Malaysia Petronas dengan skor 95-76 di Britama Arena, Sportsmall, Kelapa Gading, Jumat (13/4/2007).Namun tim besutan Fiktor "Ito" Roring mengawali pertandingan dengan kurang mulus. Pada kuarter pertama, Denny Sumargo cs "hanya" unggul 24-20. Baru di kuarter kedua, Indonesia merapatkan defense. Hasilnya, Indonesia mampu menambah 28 poin, sementara Malaysia hanya menambah 21 poin. Indonesia pun unggul 52-41 saat halftime.Keunggulan Indonesia berlanjut di kuarter ketiga. Bahkan Ito memutuskan untuk mengistirahatkan para pemain asing di awal-awal kuarter. Dengan sebagian besar pemain loka, Malaysia bisa diatasi 82-64.Di kuarter keempat, Indonesia makin tak tertahankan. Pemain asing asal Australia, Ian Crosswhite dan Wahyu Widayat Jati masing-masing menyumbang total delapan poin - dari 13 poin yang diraih Indonesia pada kuarter keempat. Indonesia pun menang 82-64"Di kuarter pertama anak-anak bermain terlalu confident dan cuma main offense. Di otak mereka sudah besok (final-red). Padahal di basket nggak boleh seperti itu. Kami baru memainkankan defense di kuarter ketiga dan keempat," sebut Ito.Pada pertandingan tersebut, Crosswhite tampil sebagai pendulang poin terbanyak dengan sumbangan 19 poin, menyusul di belakangnya Wahyu dengan sumbangan 14 poin. Adapun dari kubu Malaysia Chai Chze Hian menjadi pengumpul poin terbanyak (15), disusul Tan Kian Hoong dan Francis yang sama-sama menyumbang 13 poin.Atas tiga kemenangan yang diraihnya, Indonesia berhak melaju ke final dan akan menantang Filipina. Tim besutan Eduard Baculi Jr. itu pada partai ketiganya menggulung Vietnam dengan skor 158-36.Pada babak round robin, Indonesia mengalahkan Filipina dengan skor 79-74. Namun menghadapi Indonesia untuk kedua kalinya, pelatih Eduard menyebut balas dendam sebagai misi skuad asuhannya. "Kalau sampai kalah kami memilih berimigrasi ke Bali saja," kelakar Eduard. "Kami memang berharap bertemu Indonesia di final supaya bisa membalas dendam," tegasnya.Sementara Ito menyatakan bahwa Indonesia tidak akan menerapkan strategi khusus guna meredam Filipina untuk kedua kali. "Basket adalah olahraga yang memungkinkan terjadinya banyak kontak fisik. Besok kita main normal saja," jawab Ito menanggapi pertanyaan soal permainan keras yang bakal kembali diterapkan Filipina. (mel/din)











































