Ketum PB Perbasi Gusar Animo Basket
Rabu, 23 Mei 2007 18:32 WIB
Jakarta - Walaupun turnamen basket seperti IBL dan Kobatama tak berhenti digelar, namun animo basket di tanah air makin menurun. Ketua umum PB Perbasi Noviantika Nasution pun gusar.Menurunnya animo basket di Indonesia, misalnya, bisa dilihat dari kehadiran suporter terhadap IBL di kota dengan animo basket yang terbesar seperti Jakarta. Jika tahun-tahun lalu, animo anak muda Jakarta yang menonton cukup besar sekarang bangku kosong tak terisi menjadi pemandangan yang biasa. "Dulu saya sendiri terkejut melihat basket ditonton banyak sekali orang. Ketua umumnya (Erick Tohir-red) sudah tinggal ongkang-ongkang kaki. Sekarang pun saya terkejut, tapi terkejutnya melihat animo yang semakin menurun," sebut perempuan yang akrab disapa Novi itu di sebuah restoran di bilangan Thamrin, Jakarta, Rabu (23/5/2007). Keresahan Novi semakin menjadi-jadi melihat animo yang turun terjadi di level basket paling bergengsi yakni IBL. "Kalau IBL saja sudah menurun animonya, meningkatkan animo level-level bawahnya jadi tambah repot," keluhnya. Menurut Novi, menurunnya animo anak muda terhadap basket bisa jadi disebabkan karena kompetisi di IBL yang kurang kompetitif. "Lihat saja yang menang itu-itu lagi. Bandingkan dengan NBA sekarang, misalnya, siapa yang nyangka Utah Jazz bisa ke final (wilayah)," ujarnya. "Yang berkembang selama ini cuma tim-tim di atas, oleh karena itu kita juga harus mendorong bagaimana supaya tim-tim yang di bawah juga bisa maju," sambungnya. Namun demikian Novi tidak menampik kalau menurunnya animo anak muda juga disebabkan karena kemasan kompetisi yang masih kurang baik. Apakah perlu dilakukan penunjukan ulang terhadap promotor IBL? "Kalau soal itu kita masih harus bicarakan. Setelah pulang dari Bangkok (menyaksikan SEABA antar negara-red) saya akan bertemu dengan orang-orangnya," jawabnya diplomatis. Di tengah kelesuan animo basket, Novi pun menyambut baik penyeleggaraan turnamen basket Sister City 2007, yang akan berlangsung 9-16 Juni di Britama Arena. "Akhir-akhir ini ada kelesuan animo basket di kalangan anak muda. Acara ini merupakan momentum untuk menggairahkan perbolabasketan di tanah air," tukas pendiri Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) itu. (mel/din)











































