Kualitas Wasit Asing di IBL 2026 Dianggap Belum Memuaskan

Kualitas Wasit Asing di IBL 2026 Dianggap Belum Memuaskan

Randy Prasatya - Sport
Jumat, 12 Jun 2026 01:30 WIB
Pebasket Dewa United Banten Joshua Bryan Ibarra (kiri) memblok bola dari pebasket Pelita Jaya Basketball Jakarta  Andakara Prastawa Dhyaksa (kanan) dalam pertandingan pertama seri Best of Five pada Semifinal Indonesian Basketball League (IBL) 2026 di
Momen di pertandingan Dewa United Banten melawan Pelita Jaya. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta -

Kehadiran wasit asing pada fase Playoffs IBL 2026 dirasa masih belum memuaskan. Wasit asing dinilai belum mampu mendongkrak kualitas pertandingan.

Sorotan terhadap kinerja perangkat pertandingan asing ini dibahas oleh pengamat basket sekaligus content creator Indonesia, Ilham Patria. Dia membahasnya dalam konten berjudul Satu Peluit Ubah Game.

"Satu keputusan wasit bisa mengubah momentum pertandingan, bahkan menentukan hasil akhir laga. Karena itu, kualitas dan konsistensi officiating menjadi aspek yang sangat penting dalam kompetisi profesional," ujar Ilham Patria.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah momen kontroversial yang muncul sepanjang semifinal IBL 2026 pun menjadi perhatian publik. Salah satunya terjadi pada Game 1 semifinal antara Satria Muda Pertamina Jakarta melawan Bogor Hornbills.

Dalam laga tersebut, pemain Satria Muda, Shandy Ibrahim, dinilai tidak memperoleh ruang pendaratan (landing space) yang memadai saat melakukan percobaan tembakan. Namun, wasit tidak memberikan pelanggaran atas insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

Perdebatan lain muncul pada Game 2 semifinal antara Pelita Jaya Jakarta dan Dewa United Banten. Pelatih Dewa United, AugustΓ­ Julbe, menerima technical foul pada babak pertama tanpa adanya peringatan sebelumnya.

Selain itu, pada possession terakhir Game 1 semifinal Pelita Jaya kontra Dewa United, terjadi kontak antara Troy Gillenwater dan Perrin Buford yang hingga kini masih menjadi bahan diskusi mengenai interpretasi pelanggaran pada momen krusial pertandingan.

Menurut Ilham, fakta bahwa kontroversi tetap muncul meski liga telah menggunakan wasit asing menunjukkan persoalan kualitas perwasitan tidak dapat diselesaikan hanya dengan mendatangkan perangkat pertandingan dari luar negeri.

"Wasit asing bisa menjadi benchmark dan sarana transfer ilmu. Namun kehadiran mereka bukan jaminan bahwa seluruh keputusan di lapangan akan bebas dari kontroversi," kata Ilham.

Ia menilai perhatian juga perlu diberikan kepada perkembangan wasit lokal Indonesia agar kualitas kompetisi dapat meningkat secara berkelanjutan.

Peningkatan kesejahteraan, sistem evaluasi berbasis performa, program pendidikan berkelanjutan, hingga kesempatan memimpin pertandingan internasional dinilai menjadi faktor penting dalam mencetak wasit berkualitas.

"Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika pertandingan-pertandingan terbesar di Indonesia dapat dipimpin oleh wasit Indonesia dengan standar yang sama baiknya di tingkat internasional," ucapnya.




(ran/adp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads