Sejarah Buruk San Antonio Spurs

Sejarah Buruk San Antonio Spurs

Afif Farhan - Sport
Selasa, 16 Jun 2026 21:50 WIB
Jun 13, 2026; San Antonio, Texas, USA; The New York Knicks hoist the trophy after defeating the San Antonio Spurs in game five of the 2026 NBA Finals to win the 2026 NBA Championship at Frost Bank Center. Mandatory Credit: Dustin Safranek-Imagn Image
Foto: IMAGN IMAGES via Reuters Connect/Dustin Safranek
Jakarta -

San Antonio Spurs catatkan sejarah buruk di NBA. Spurs jadi tim yang gagal juara di final, dengan selalu unggul dua digit poin tiap game-nya!

Dilansir dari ESPN, New York Knicks menang atas San Antonio Spurs di Final NBA 2026 dengan 4-1. Knicks buka puasa gelar setelah 53 tahun lamanya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

San Antonio Spurs bukannya tanpa perlawanan. Setiap game, Spurs mampu unggul dua digit poin.

Lebih dari itu, Spurs punya total keunggulan seluruh poin capai +173 poin jika dihitung dari babak playoff. Itu adalah selisih poin terbesar bagi keunggulan tim di final NBA tapi tidak jadi kampiun!

ADVERTISEMENT
Jun 13, 2026; San Antonio, Texas, USA; The New York Knicks hoist the trophy after defeating the San Antonio Spurs in game five of the 2026 NBA Finals to win the 2026 NBA Championship at Frost Bank Center. Mandatory Credit: Dustin Safranek-Imagn Images     TPX IMAGES OF THE DAYKnicks angkat trofi NBA di kandang Spurs setelah game kelima (Foto: IMAGN IMAGES via Reuters Connect/Dustin Safranek)

Di laga kontra New York Knicks, San Antonio Spurs sempat memimpin 15 poin di game pertama, 16 poin di game kedua, 13 poin di game ketiga (hanya jadi satu-satunya kemenangan mereka), 29 poin di game keempat, dan 16 poin di game kelima.

Game keempat adalah selisih poin terjauh di final NBA. Knicks bisa comeback dan menang 107-106!

"Salah satu dari banyak hal yang saya pelajari adalah margin kesalahan sangat, sangat tipis," kata bintang Spurs, Victor Wembanyama.

"Dominasi kami benar-benar mutlak. Kami benar-benar mendominasi sebagian besar seri ini, tetapi kesalahan kami, kekeliruan kami, dihukum dengan sangat berat. Kami tidak punya alasan apa-apa," tutupnya.

(aff/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads