Lolik, Antara Pebasket, Rocker dan Sinetron

IBL All Stars Roadshow

Lolik, Antara Pebasket, Rocker dan Sinetron

- Sport
Jumat, 30 Nov 2007 23:25 WIB
Yogyakarta - Ada yang istimewa di acara IBL All Stars Roadshow di Yogyakarta. Pebasket senior I Made Sudiadnyana tampil bagai seorang penyanyi rock dengan rambut gondrong sebahunya.

Pemain yang akrab disapa Lolik itu masih belum kehilangan pesonanya. Dengan usia sudah memasuki 37 tahun, Lolik masih saja disanjung oleh para penggemarnya di GOR STIE YKPN, Yogyakarta, Jumat (30/11/2007) malam.

Lolik malam itu terlihat enggan terlalu memforsir diri. Ia tidak banyak mencetak angka.. Tercatat, hanya enam poin yang ia dulang dari empat kuarter yang ia jalani malam ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi Lolik tetaplah Lolik. Pemain Bhinneka Solo ini terus saja dielu-elukan penonton. Beberapa kali penonton berteriak meminta pemain tim Dunkers memberi bola kepada Lolik agar ia dapat mencetak skor.

Menanggapi puja-puji terhadap dirinya, Lolik berusaha merendah. "Ah biasa saja. Saya memang nggak ngotot buat mencetak skor," tutur Lolik saat berbincang dengan detiksport seusai pertandingan di ruang ganti pemain.

"Saya lebih banyak memberi kesempatan mencetak angka kepada rekan-rekan (tim Dunkers). Yang penting tim menang. Eh, tapi tetap saja, tim saya kalah," lanjutnya sembari tertawa.

Rambut gondrong Lolik membuatnya terlihat berbeda. Ia lebih cocok jadi seorang rocker ketimbang pemain basket. Penampilannya mirip dengan pebasket NBA Steve Nash yang juga membiarkan rambutnya tergerai tak diikat.

"Saya ini sedang mau main sinetron. Judul sinetronnya "Grandong". Nah, saya di situ jadi grandong-nya," pungkasnya mengakhiri perbincangan dengan tawa berderai.Β  (arp/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads