Akademi Dewa United Punya Markas Baru, Demi Masa Depan Basket RI

Akademi Dewa United Punya Markas Baru, Demi Masa Depan Basket RI

Mohammad Resha Pratama - Sport
Senin, 10 Agu 2026 02:10 WIB
Dewa United Basketball Academy buka markas baru di Tangerang, Banten.
Dewa United Basketball Academy buka markas baru di Tangerang, Banten. (Foto: dok.Dewa United Basketball Academy)
Tangerang -

Dewa United Basketball baru saja membuka markas baru untuk akademi mereka. Ini jadi cara Dewa United ikut membangun masa depan basket nasional.

Pembinaan usia dini menjadi salah satu fondasi yang menentukan bagaimana wajah olahraga basket dalam beberapa tahun mendatang. Bukan hanya tentang menemukan pemain berbakat, tetapi juga menyediakan ruang yang memungkinkan talenta muda berkembang secara konsisten, terarah, dan berkelanjutan.

Semangat itulah yang coba dibangun Dewa United melalui Gedung Dewa United Basketball Academy di Gading Serpong, Tangerang, Banten yang resmi dikukuhkan Sabtu (8/8). Setelah hampir tiga tahun menjalankan program akademi sejak terlibat di kompetisi Indonesia Basketball League (IBL), Dewa United menghadirkan fasilitas yang lebih lengkap untuk menunjang proses pembinaan para atlet muda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gedung Latihan Dewa United Basketball Academy langsung diresmikan Gubernur Banten Andra Soni. Hadir juga dalam peresmian tersebut Founder JHL Group Jerry Hermawan Lo, CEO Dewa United Academy Archangela Lina, Presiden Dewa United Basketball Club Michael Ow, Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo.

CEO Dewa United (Group) Lexyndo Hakim, menyebut pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya mempersiapkan masa depan basket Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Jadi kalau akademinya sendiri kan memang sudah hampir tahun ketiga ya setelah klub profesional kita terlibat di IBL, kemudian kita bentuk untuk akademinya. Dan hari ini kita siapkan fasilitas lebih buat adik-adik yang berlatih di Dewa United Academy," ujar Lexyndo dalam rilis kepada detikSport.

Namun, akademi ini tidak mau hanya untuk memenuhi kebutuhan Dewa United. Sebab mereka punya cita-cita yang lebih besar, yakni menjadikan pembinaan di level akar rumput sebagai salah satu fondasi kekuatan basket nasional.

"Ini bukan sekadar soal hari ini atau Dewa United saja, tetapi bagaimana kita bisa melihat masa depan basket Indonesia. Dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, diharapkan kekuatan Tim Nasional Basket Indonesia bisa terus berkembang dan berawal dari pembinaan di sini," sambung Lexyndo.

Dewa United Basketball Academy dibangun di atas lahan sekitar 2.100 meter persegi. Proses pembangunannya berlangsung selama kurang lebih dua tahun, dengan bangunan yang terdiri dari tiga setengah lantai.

Rancangan tersebut dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan atlet secara menyeluruh. Latihan teknis bukan satu-satunya aspek yang diperhatikan. Pengembangan fisik, nutrisi, kesehatan, pemulihan, hingga pengalaman mengenal perjalanan olahraga juga ditempatkan dalam satu ekosistem.

Lexyndo menggambarkan akademi ini sebagai rumah bagi calon talenta basket Indonesia.

"Dewa United Basketball Academy ini bukan sekadar gedung latihan biasa, melainkan rumah bagi para calon talenta dan generasi baru bola basket Indonesia di masa depan," ujarnya.

Perjalanan memasuki akademi dimulai dari area basement yang difungsikan sebagai tempat parkir. Area tersebut memiliki kapasitas hingga 32 mobil dan dilengkapi tempat parkir sepeda motor.

Naik ke lantai pertama, suasananya berubah menjadi lebih terbuka. Terdapat lobi dan kafeteria yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan para atlet muda. Anak-anak yang berlatih dapat menikmati makanan dan minuman dengan pilihan yang lebih beragam dan bernutrisi.

Di lantai yang sama terdapat pro shop yang menyediakan perlengkapan olahraga seperti sepatu basket dan berbagai merchandise.

Pusat aktivitas basket berada di lantai kedua. Selain area kantor yang ditempati tim manajemen dan staf pendukung, terdapat lapangan basket dengan lantai kayu berlisensi FIBA.

Fasilitas tersebut terdiri dari tiga court multifungsi. Dalam kebutuhan pertandingan, ketiganya dapat dikonfigurasi menjadi satu lapangan utama. Area tersebut juga dilengkapi tribun teleskopik di sisi kiri dan kanan, sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan penyelenggaraan pertandingan.

Sementara untuk latihan, konfigurasi lapangan dapat digunakan dengan total enam ring basket. Dengan fasilitas tersebut, beberapa kelompok atlet dapat menjalani program latihan secara bersamaan.

Bagi akademi yang menempatkan pembinaan usia dini sebagai salah satu fokus utama, fleksibilitas fasilitas menjadi penting. Anak-anak tidak hanya datang untuk bermain, tetapi menjalani proses latihan yang dirancang untuk membangun kemampuan mereka secara bertahap.

Perjalanan seorang atlet tidak berhenti ketika sesi latihan selesai. Maka dari itu, Dewa United Basketball Academy turut menyediakan fasilitas pendukung untuk pengembangan fisik dan kesehatan.

Di lantai atas terdapat pusat kebugaran yang dirancang untuk kebutuhan atlet muda. Program strength and conditioning diberikan untuk membantu meningkatkan kekuatan, kebugaran, serta kemampuan fisik mereka secara terukur.

Fasilitas tersebut dilengkapi locker room dan area medis dengan ruang fisioterapi. Para atlet mendapatkan dukungan dari terapis olahraga profesional, baik untuk menjaga kondisi tubuh, menjalani proses recovery, maupun menangani cedera.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan di akademi tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis bermain basket. Ada aspek fisik dan kesehatan yang turut dipersiapkan sejak awal agar para atlet memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menjalani karier.

Pada akhirnya, Dewa United Basketball Academy bukan hanya tentang tiga lapangan basket, gym, ruang fisioterapi, atau deretan trofi yang dipajang di museum. Lebih jauh, fasilitas tersebut menjadi bagian dari sebuah gagasan mengenai bagaimana masa depan basket Indonesia dipersiapkan.



(mrp/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads