Hangtuah Jakarta Basketball sudah punya pelatih interim baru untuk persiapan jelang IBL 2027. Dia adalah Yohanes Kristian.
Kristian adalah bagian dari perombakan Hangtuah besar-besaran Hangtuah selepas IBL 2026. Tidak cuma pelatih, tapi sejumlah pemain juga dilepas.
Pria yang akrab disapa Coach Bombom itu bertugas mengawal persiapan tim jelang IBL All Indonesian 2026 yang dijadwalkan bergulir Oktober, serta membangun fondasi untuk musim kompetisi 2027.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum di Hangtuah, Kristian pernah jadi asisten pelatih di satu klub yang IBL sama selama tiga periode berbeda, yakni Louvre Surabaya (2020), Louvre Dewa United (2021), dan Dewa United Basketball Club (2022).
Kistian bukan sosok asing untuk FigHTers karena pernah menjadi asisten pelatih Hangtuah saat dinakhodai Andika Supriadi Saputra dalam kompetisi IBL 2024.
Bahkan, Coach Bombom sempat menjabat sebagai interim head coach untuk menggantikan posisi Coach Bedu yang diberhentikan pada pertengahan musim 2024.
Dua musim berselang, takdir mempertemukan Kristian dan Hangtuah lagi. Kristian akan dibantu Moosa Permadi Hantijono yang pernah bekerja untuk sejumlah tim basket Tanah Air serta Hendrikus Andi Anggriyanto yang memiliki pengalaman menangani pebasket di kelompok usia muda.
Pada kesempatan keduanya menangani Hangtuah, Kristian bertekad menjadikan mereka sebagai tim berprestasi di pentas IBL. Kristian siap maksimalkan potensi muda yang sudah dimiliki klub sembari mencari tenaga tambahan untuk memperkuat tim.
"Hal baru yang saya tawarkan adalah menaikkan jam terbang pemain-pemain muda yang sudah ada di dalam tim ini. Kami juga akan merekrut sejumlah pemain muda berpengalaman untuk menjadi fondasi utama tim Hangtuah," papar Krisian dalam rilis kepada detikSport.
Ada dua agenda besar Hangtuah untuk menghadapi musim baru, yakni tim akan mengirim rombongan yang beranggotakan Kristian, Moosa, Hendrikus dan Direktur Operasional Danzel Hartono ke Australia untuk menjalani program pelatihan intensif bersama Perth Wildcats akhir Agustus nanti.
Selama sepekan, delegasi Hangtuah berkesempatan melihat dari dekat sistem operasional Perth Wildcats yang merupakan klub basket profesional tersukses di Australia dengan koleksi 10 gelar juara National Basketball League (NBL).
"Lawatan ke markas Perth Wildcats kali ini menjadi bagian dari proses benchmarking Hangtuah Basketball terhadap standar pengelolaan klub basket profesional di level elite, khususnya terkait metodologi latihan, sport science, player development, performance management, hingga operasional sehari-hari. Pengalaman yang didapat dari agenda tersebut diharapkan dapat menghadirkan perspektif dan standar baru yang kemudian bisa diadaptasi ke dalam iklim basket Indonesia," kata Managing Director Hangtuah Basketball Kurniawan Santoso.
Agenda besar kedua adalah tim akan dikumpulkan awal September untuk menjalani program training camp (TC) di Bandung.
Program TC juga menjadi momentum penting bagi Coach Bombom dan jajaran pelatih melakukan evaluasi sekaligus membentuk kerangka utama menghadapi IBL All Indonesian 2026 maupun musim kompetisi 2027.
"Kami sedang membangun kembali Hangtuah secara menyeluruh. Bukan hanya mengenai siapa pemain atau pelatihnya tetapi juga bagaimana kami membangun organisasi, kultur, serta fondasi bisnis klub yang lebih kuat dan sustainable untuk jangka panjang. Mohon kesabaran dan dukungan terus dari Fighters di seluruh Indonesia dalam proses ini," papar Santoso.
"Coach Bombom akan memimpin fase persiapan tim dari sisi teknis permainan. Kami ingin memanfaatkan periode menuju musim berikutnya untuk bekerja lebih intensif dengan belajar dari organisasi seperti Perth Wildcats lalu membawa pengalaman tersebut ke Training Camp di Bandung."
(mrp/adp)










































