Kemenangan tersebut dipastikan sedikit mengangkat kepercayaan diri anak-anak Cleveland karena grafik permainan mereka sedang buruk. Dari 14 game terakhir tim asuhan Mike Brown hanya menang empat kali.
Sehari sebelumnya Cavaliers bahkan dicemooh suporternya sendiri di Quicken Loans Arena, dari awal hingga akhir pertandingan ketika ditekuk Golden State Warriors dengan skor 106-95.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal terbaik yang bisa Anda katakan adalah ini musim yang panjang dan kami punya banyak kesempatan untuk memperbaikinya. Tapi kapan? Anda harus mulai berbenah dan melakukannya segera."
James hari ini bermain gemilang untuk memotori kemenangan berharga timnya atas Heat. Ia mengoleksi 25 poin plus 12 assist. Drew Gooden, Daniel Gibson, Anderson Varejao, dan Zydrunas Ilgauskas juga tampil baik dengan menyumbangkan masing-masing belasan poin.
Sementara itu Miami Heat semakin memperlihatkan ketidakjituan prediksi bahwa mereka adalah salah satu tim favorit dari Wilayah Timur. Buktinya, dari 28 game Shaquille O'Neal dkk sudah kalah 20 kali, alias baru menang delapan kali.
Pertahanan tim besutan Pat Riley itu masih di bawah standar sehingga mudah dijebol lawan-lawannya. Performa cukup menawan Dwyane Wade pun, yang mencetak 22 poin ke jala Clevelands, menjadi "percuma".
Satu-satunya hal positif untuk Heat dalam pertandingan tersebut adalah O'Neal tidak foul out. Sebelumnya ia selalu didiskualifikasi dalam lima partai terakhirnya, yang membuatnya hanya terpaut satu game dari rekor NBA yang dipegang Don Boven dari Milwaukee Bucks di tahun 1952.
O'Neal melakukan foul kelimanya di sekitar tujuh menit terakhir dan coach Riley segera mengandangkan dia dengan statistik 13 poin dan sembilan rebound.
(a2s/krs)











































