Dalam pertandingan kandangnya di American Airlines Arena, Minggu 927/1/2008), Heat, yang merupakan juara NBA musim 2005-2006, berhasil memetik kemenangan atas Indiana Pacers dengan skor tipis 98-96.
Itulah kemenangan pertama Heat dari 16 game terakhirnya, yang terasa seperti kemenangan di final, karena begitu bel panjang bedering, anak-anak Miami tampak begitu girang menyambutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rentetan 15 kekalahan yang mereka kantongi sebelum laga ini adalah yang terpanjang di musim ini, atau nomor dua terburuk dalam sejarah NBA.
Kemenangan hari ini membuat rekor bertanding mereka di musim ini menjadi 9-33, tapi tetap yang paling jelek nomor dua setelah Minnesota Timberwolves (7-3) di Wilayah Barat.
"Anda takkan suka menjadi bagian dari keadaan buruk ini setiap hari," ujar coach Riley seusai pertandingan. "Anda pasti senang jika bisa mengatasinya."
Dwyane Wade tampil gemilang dengan mendulang 35 poin untuk tuan rumah. Mark Blount menambahkan 19 angka, sedangkan Dorell bermain baik di udara dengan membukukan 10 rebound.
Sementara itu di AT&T Center, tuan rumah San Antonio Spurs ditekuk tamunya New Orleans Hornets dengan skor 102-78. Ini berarti sudah lima kali Spurs kalah di kandangnya sendiri, sekaligus kemenangan beruntunnya di tiga game terakhir berhenti.
Dua motor kemenangan Hornets adalah David West dan Peja Stojakovic, yang masing-masing menorehkan 32 dan 22 poin. Chris Paul juga berkontribusi besar berkat sumbangan 17 angka dan 11 assist-nya.
Hasil pertandingan:
Indiana 96 vs Miami 98
Philadelphia 103 vs Charlotte 96
LA Clippers 120 vs Memphis 125 OT
New Orleans 102 vs San Antonio 78
Foto: Ike Diogu (kiri) dari Indiana Pacers berusaha mengamankan bola dari serangan pemain Miami Heat, Alonzo Mourning. (AFP/Getty Images/Andy Lyons)
(a2s/a2s)











































