Berbekal kecerdikan dan kemampuan atletis yang dipadukan dengan tenaga, Howard mampu menyisihkan juara bertahan Gerald Green dari Minnesota Timberwolves, untuk jadi juara Slam Dunk di New Orleans Arena, Minggu (17/2/2008) WIB.
Nyaris sempurna bagi Howard yang sukses mendapatkan skor sempurna dari lima juri di dua dunk pertama, sebelum kemudian didapuk jadi jawara oleh hasil voting dari para penyuka NBA. Persentase sebesar 78 persen diraih pemain dengan postur tinggi besar (tinggi 2,11 meter dan berat 120 kg) tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak orang yang memang meragukan kemampuan Howard dan orang-orang berpostur besar lainnya, untuk mampu melompat tinggi dan memiliki tingkat kelenturan yang diperlukan dalam unjuk gigi di kontes dunk. Namun itu semua gugur dengan penampilan Superman ala Howard.
Pada satu aksinya, Howard tiba-tiba melepas kostum warna biru milik Magic. Di bawah kostum itu, ada baju biru lain yang memperlihatkan huruf "S" di bagian dada. Saat penonton masih tertegun, dia kemudian mengikatkan sebuah jubah di sekeliling leher. "Aku tak sempat mempersiapkan boks telepon umumnya," seloroh Howard, mengacu kepada kebiasaan Superman yang bertukar baju di boks telepon umum.
Dibantu rekannya Jameer Nelson untuk mempersiapkan aksi dunk-nya itu, Howard lantas membubung tinggi untuk menceploskan bola ke dalam keranjang. "Dunk yang kedua, Superman dunk, aku ingin penonton benar-benar menikmati dan menunjukkan sedikit kepribadianku. Anda tahu, memakai jubah dan (jadi) Superman. Kupikir semua menyukainya. Aku menyukainya. Dan bisa menuntaskan dunknya, itu benar-benar luar biasa."
"Ini benar-benar untuk orang-orang yang bertubuh besar. Semua bilang orang besar tak bisa melompat dan biasanya tak bagus melakukan dunk. Dan aku hanya mencoba menambah sedikit kepribadianku. Dengan posturku yang tinggi, aku tahu akan sulit. Tapi aku hanya mencoba menghibur penonton dan bersenang-senang," beber dia.
Di ronde pamungkas, Howard kembali mencuri perhatian dengan menempatkan sebuah keranjang kecil mainan untuk menyangga bola, yang letaknya tepat di samping keranjang asli. Bola menceplos masuk, piala pun akhirnya jadi milik Howard, si Superman bertubuh besar.
(krs/a2s)











































