Pada pertandingan pertama Final Four A Mild IBL More Than Just A Game di Hall Basket Gelora Bung Karno, Sabtu (26/4/2008), keberhasilan Garuda ditentukan oleh satu tembakan bebas Agustinus Depas Sigar. Saat itu pertandingan tinggal tersisa dua detik.
Sebelum pertandingan, Garuda sudah mengusung dua misi. Menang untuk membalas dua kekalahan pada putaran reguler musim ini, sekaligus membuka peluang untuk lolos ke babak final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kuarter kedua keadaan berbalik. XL Aspac mulai menemukan ritme permainan terbaik mencoba untuk memperkecil defisit ketinggalan melalui Mario Wuysang dan Andrie Ekayana. Akhir kuarter kedua perjuangan XL Aspac berbuah manis dengan hanya tertinggal menjadi 39-40.
Memasuki perempat ketiga Garuda kembali bangkit. Beberapa kali tembakan tiga angka Indra Budianto berhasil memperlebar jarak atas Aspac. Garuda kembali unggul jauh 64-53 diakhir kuarter ketiga.
Pada kuarter terakhir, XL Aspac kembali mencoba bangkit dengan menekan pertahanan lawan guna mengejar ketertinggalan. Saat kuarter terakhir ini baru berjalan dua menit, Garuda cepat mendapat team foul akibat defense yang buruk.
Kesempatan itu dimanfaatkan XL Aspac untuk mendulang poin dan sukses menyamakan kedudukan menjadi 74-74. Hasil akhir imbang ini mamaksa pertandingan harus dilakukan melalui perpanjangan waktu.
Pada masa over time, kedua tim tidak diperkuat oleh sejumlah pemain utama akbiat terkena personal foul out atau lima kali melakukan pelanggaran. Kubu XL Aspac harus kehilangan Mario Wuysang, Andhi βBatamβ Poedjakosuma dan Antonius Joko, sedangkan tim Garuda tanpa diperkuat Andre Tiara.
Meski tak diperkuat tiga pilar, kekuatan Aspac tak berkurang untuk mengimbangi permainan cepat Garuda. Aspac sempat unggul enam poin di menit awal dan bahkan terus memimpin 82-70 saat pertandingan tersisa dua menit. Namun, menjelang memasuki satu menit terakhir Garuda berhasil menyamakan kedudukan di sisa satu menit terakhir. Kedua tim akhirnya kembali berbagi angka 82-82 di sisa waktu 27 detik.
Malapetaka datang bagi Aspac saat AF Rinaldo melakukan pelanggaran terhadap Agustinus pada dua detik terakhir, sehingga Garuda memperoleh dua tembakan bebas. Pemain yang disapa Aguy itu hanya bisa memasukkan satu tembakan, tapi itu sudah cukup untuk mengantarkan kemenangan penting bagi Garuda dengan skor akhir 83-82. Point guard Garuda, Kelly Purwanto terpilih sebagai Man of The Match setelah mencetak 19 poin.
"Aspac bukan tim sembarangan. Mereka sangat tangguh. Kami bersyukur bisa menang hari ini. Mudah-mudahan besok kami bisa meraih hasil yang sama," tutur Manajer Garuda Simon Pasaribu, dalam rilis yang diterima detiksport.
Kekalahan ini jelas merupakan hasil buruk buat Aspac. "Defense kami sangat buruk pada dua kuarter awal. Untuk itu kami harus memperbaiki kelemahan ini guna menghadapi pertandingan kedua nanti," kata manajer XL Aspac Tjetjep Firmansyah.
Hasil gemilang ini telah membuka jalan bagi Garuda untuk lolos ke final. Mereka hanya membutuhkan satu kemenangan lagi guna memastikan satu tempat di pertandingan puncak nanti. Sementara itu XL Aspac harus berjuang ekstra keras pada pertandingan selanjutnya.
Kedua tim akan kembali bertemu pada laga Final Four kedua yang menggunakan format best of three pada hari Minggu (27/4/2008), besok.
(krs/ian)











































