SM Menang Mudah atas Bhinneka

Final Four IBL

SM Menang Mudah atas Bhinneka

- Sport
Sabtu, 03 Mei 2008 20:44 WIB
SM Menang Mudah atas Bhinneka
Jakarta - Satria Muda Britama terlalu tangguh bagi Bhinneka Solo. Tim asal Jakarta itu menang dengan skor telak 72-49 dalam partai pertama final four A Mild IBL di Jakarta, Sabtu (3/5/2008).

Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Britama Arena, Jakarta, SM tampil dengan performa luar biasa. Kemenangan besar atas Bhinneka itu membuka peluang mereka untuk melaju ke Championship Game.

Tanda-tanda SM mendominasi telah terlihat sejak menit pertama. Dengan menurunkan semua pemain terbaiknya, tim besutan pelatih Fictor Gideon Roring itu langsung tampil menekan defense Bhinneka. Determinasi point guard Faisal J Ahmad mampu membawa SM langsung unggul jauh kuarter pertama dengan skor 32-16.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah memimpin di perempat pertama, SM sedikit menurunkan tekanan pada kuarter kedua. Sayang, kesempatan itu gagal dimanfaatkan Bhinneka untuk mengejar ketertinggalan. Hasilnya hingga akhir babak pertama SM memperlebar keunggulan menjadi 48-27.

Pada kuarter ketiga, SM mampu mencetak 17 poin, dan Bhinneka hanya menambah lima angka. Pada kuarter terakhir Ito --sapaan Fictor Roring-- menyimpan para pemain inti dan hanya menurunkan semua pemain cadangan. SM akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 72-49.

"Kunci kemenangan kami terletak pada kuarter pertama. Melihat penampilan tim bagus di awal pertandingan membuat saya optimistis kami akan menang," komentar Ito dalam rilis yang diterima detiksport.

Mendominasi sepanjang pertandingan dan tidak mendapat perlawanan yang berarti dari Bhinneka membuat Ito bisa menyimpn para punggawa inti andalannya. Namun hal itu gagal dimanfaatkan Bhinneka karena banyaknya turnover dan kegagalan memanfaatkan peluang. Tim asal Solo itu sulit mengejar defisit poin dari SM.

"Kemenangan ini membuktikan kami sangat serius mempersiapkan diri untuk final four. Saya tidak peduli dengan kemenangan besar ini. Berapapun skor akhir yang penting kami bisa menang," ujar Ito yang juga pelatih tim nasional itu.

Sementara bagi Bhinneka, kekalahan melahirkan kekecewaan dari sosok pelatih Ateng Sugijanto. "Saya sedikit kecewa dengan permainan tim hari ini. Mereka bermain sangat terburu-buru dan tidak rileks," ucap Ateng.

"Kami juga telah melakukan semua taktik baik zona maupun man to man defense untuk meredam kekuatan SM. Namun, semua usaha itu selalu gagal," tambahnya.

Menggunakan sistem best of three, Bhinneka harus merebut game kedua untuk bisa membalikkan keadaan. Bila SM menang lagi, maka tiket ke final (Championship Game) pun akan berhasil diamankan.

(arp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads