"Ini akan jadi Olimpiade ketigaku," kata pebasket top dari klub NBA, Houston Rockets, itu kepada harian Houston Chronicle yang dikutip Reuters, Senin (4/8/2008).
"Aku masih sangat muda dan mencicipi Olimpiade pertama pada tahun 2000 di Sydney. Aku juga bermain di Athena 2004. Dan sekarang, ini rumaku dan kehormatan istimewa tertinggi di tahun 2008. Cukup, kupikir. Kenapa aku harus bermain di London 2012?"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria dengan tinggi badan 286 cm ini juga mengomentari silang pendapat tentang posisi dirinya di antara timnas Cina dan Houston. Fans basket di China menganggap karir Yao Ming di NBA membuat tubuhnya terlalu tertekan. Sementara kalangan di AS mengatakan bahwa komitmen dia di tim nasional-lah yang bertanggung jawab atas cedera-cedera Yao Ming.
"Buatku itu beban yang berbeda. Aku memiliki dua karir. Kebanyakan pemain tidak memiliki pengalaman itu," tukas pemain berusia 27 tahun itu.
"Aku tidak merasa ada pihak yang salah. Orang Amerika bilang Rockets membayar gajiku. Tak masalah. Aku suka Rockets. Kostum apapun yang kupakai, aku bermain 100 persen."
"Untuk China, mereka harus memahami bahwa loyalitasku pada negaraku takkan pernah berubah. Tapi sekarang aku punya grup lain di Amerika yang juga perlu aku perhatikan."
"Aku ada di tengah-tengah," tutur Yao Ming.
(a2s/arp)











































