Meriahnya sambutan fansnya menjadi alasan utama bintang Los Angeles Lakers itu menilai Beijing bak rumah kedua.
"Saya sangat senang melihatnya. Begitu meriahnya sambutan untuk saya, rasanya begitu hebat. Rasanya jadi di rumah sendiri," ujarnya seperti dilansir Chicago Sun-Times.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana dengan Yao Ming? "Lebih populer Kobe," demikian salah satu media Cina mendeskripsikan kebintangan Kobe di pesta olahraga empat tahunan itu.
"Saya tahu dia cukup ternama di Amerika (Serikat) sana, tapi di sini ia jauh lebih besar kharismanya," timpal Chris Paul, rekan Kobe di tim basket AS.
Kondisi yang sedikit ironis sebenarnya. Soalnya, ketika Kobe begitu dipuja di negara lain, namun di negara sendiri ia kerap menjadi public enemy.
Kerapnya ia membuat berita kontroversial seperti dakwaan perkosaan yang dijatuhkan padanya di Colorado, atau peran pentingnya atas perpisahan Lakers dengan Shaquille O'Neal, bahkan keputusannya untuk tidak tampil di final NBA melawan Boston menjadi alasan banyak orang tak lagi hormat padanya. Hanya saja, penampilan Kobe di lapangan memang masih mengundang decak kagum dan patut diacungi jempol.
(ian/krs)











































