Argentina, peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 dan juara dunia 2002, mengungguli lawannya itu dengan skor 87-75.
Pada pertandingan ini Argentina tidak diperkuat bintang NB-nya Manu Ginobili. Pemain klub San Antonio Spurs itu hanya duduk di bangku cadangan dengan celana jins dan t-shirt, setelah ia mengalami cedera pada pertandingan semifinal dua hari lalu, saat Argentina ditundukkan Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin memenangi ini demi Manu," ujar Delfino kepada Reuters. "Dia sempat mencoba melakukan pemanasan untuk game ini, tapi dia masih sakit. Luar biasa bisa mendapatkan perunggu. Tim ini punya keberanian yang hebat."
"Semua pemain menyayangi Manu," timpal pelatih Sergio Hernandez. "Mereka ingin mendulang perunggu untuk dia."
"Aku tak bisa berlari. Aku tak berusaha menjadi pahlawan. Aku bisa saja melukai tim ini," terang Ginobili tentang kondisi terakhirnya. "Aku sangat bangga pada apa yang dilakukan teman-tekan. Sulit kutemukan kata-kata, ini sangat emosional."
Argentina, yang dikalahkan Lithuania di babak penyisihan grup, memastikan kemenangannya sejak kuarter ketiga, setelah dunk dari forward Chicago Bulls, Andres Nocioni, membawa Argentina unggul 20 poin.
Lithuania pernah tiga kali mendapat perunggu di Olimpiade, yakni di Barcelona (1992), Atlanta (1996), dan Sydney (2000). Empat tahun lalu di Athena mereka juga harus puas finish di tempat keempat. (a2s/a2s)











































