Inter tunggu keputusan Benitez

Inter tunggu keputusan Benitez

- Sport
Rabu, 09 Jun 2010 09:08 WIB
Indonesia - BBC - Β Β Β Β  Rafael Benitez

Presiden Inter Milan Massimo Moratti mengatakan tidak yakin kapan bisa mengumumkan Rafael Benitez sebagai manajer baru klubnya.

Satu kontrak telah disepakati, namun Benitez tidak menghadiri pembicaraan itu dan belum menandatangani dokumen resmi apapun.

"Tunggu pengumuman dari klub, saya tidak mengurus hal seperti itu," ujar Moratti kepada situs internet Inter Milan.

"Tunggu [direktur] Marco Branca dan pejabat lain untuk mengumumkan kepada kalian kapan pengumuman dilakukan dan kapan dia akan diperkenalkan."

Benitez, 50, meninggalkan Liverpool minggu lalu setelah enam tahun menjadi manajer di sana, dan sudah hampir pasti akan menggantikan Jose Mourinho memimpin juara Liga Champions 2010 ini.

Manajer asal Spanyol ini memiliki catatan prestasi bagus di ajang sepakbola Eropa, setelah merebut piala UEFA bersama Valencia tahun 2004 sebelum pindah ke Liverpool dan memboyong piala Liga Champions tahun berikutnya.

Namun dia menghadapi tugas besar untuk mengikuti jejak Mourinho di stadion San Siro.

Dibawah kepemimpinan manajer asal Portugal ini, Inter merebut gelar juara Liga Italia dua kali, piala Liga Champions dan Piala Italia dalam musim kompetisi lalu.

Dan sebelum Mourinho menjadi manajer pun, Inter menjuarai Liga Italia tiga kali berturut-turut dibawah asuhan Roberto Mancini yang kini memimpin Manchester City.

Di akhir musim kompetisi tahun lalu, ketika terlihat tanda-tanda Benitez akan meninggalkan Liverpool dia disebut-sebut akan bergabung dengan saingan Inter, Juventus, sebelum klub ini menunjuk Luigi del Neri.

Javier Mascherano, pemain tengah Argentina yang bergabung untuk Liverpool, mengatakan Benitez pilihan bagus untuk klub seperti Milan.

"Hanya Benitez yang bisa menggantikan pelatih seperti Mourinho," ujar Mascherano. "Dia pelatih hebat. Dia memiliki karisma, kepribadian dengan mentalitas ingin menang.

"Terlebih lagi, dia akan bersinar di Italia karena di sana lebih mementingkan taktik bermain. Rafa mempelajari semua di atas meja dan memimpin tim dari pinggir lapangan seperti seorang konduktor.

"Setelah Mourinho dia satu-satunya orang yang bisa meneruskan prestasi Inter."

Β Β Β Β  (bbc/bbc)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads