Sastra Wijaya
BBC Indonesia
Β Β Β Β
Dari kota Johanesburg sampai ke perkampungan kumuh Ghana, jutaan warga Afrika boleh berbangga Piala Dunia mulai diselenggarakan di benua mereka.
Hanya gerakan Islam Somalia yang menentang turnamen akbar ini, dengan mengatakan kepada warga setempat untuk tidak menonton pertandingan "orang-orang gila" mengenakan celana pendek.
Dalam pertandingan pertama, tuan rumah Afrika Selatan bermain seri 1-1 dengan Meksiko.
Menurut laporan kantor berita AP, di Uganda, warga menonton pertandingan lewat layar lebar di berbagai tempat, dan bagi mereka yang tidak tahu, mungkin bisa merasa bahwa Uganda yang menjadi tuan rumah.
Di Botswana, warga mengibarkan bendera Afrika Selatan, dan menari tarian diski, yang didasari gerakan mengolah bola.
"Afrika bangga bahwa Afrika Selatan bisa menjadikan benua ini menjadi perhatian dunia, dengan menjadi tuan rumah Piala Dunia." kata Menteri Informasi Ghana, John Tia.
"Inilah saat-saat yang membanggakan bagi seluruh penduduk Afrika."
Β Β Β Β Perasaan bangga itu juga menyebar ke seluruh benua, bahkan ke berbagai daerah kumuh dan daerah yang masih dilanda konflik.
"Saya mungkin tidak berada di sana, tetapi saya akan bergabung dengan miliaran orang di seluruh dunia guna menonton bintang-bintang pujaan dari seluruh dunia." kata Inusah Wahab, 15 tahun yang berasal dari perkampungan kumuh di ibukota Ghana, Accra.
Warga Zimbabwe memenuhi taman, klub-klub, bar, stadion sepakbola guna menonton langsung pertandingan melalui layar lebar.
"Anda bisa merasakan perasaan bangga kami. Pertandingan sepakbola ini bisa melupakan kesulitan yang kami hadapi untuk sementara."
Di ibukota Senegal, Dakar, Amdaou Fall yang berusia 40 tahun, tidak mengikuti sembahyang Jumat guna menonton upacara pembukaan yang dilangsungkan di Johanesburg.
"Senegal adalah negara muslim tetapi juga adalah negara sepakbola. Di sini, anak-anak muda mencintai agama mereka, namun mereka juga percaya dengan Dewa Sepakbola." kata Fall.
Di Swaziland, Lungelo Seyama yang berusia 19 tahun mengenakan kaos timnas Spanyol namun juga membawa bendera Afrika Selatan.
"Rasanya saya berada di Soccer City, dimana upacara pembukaan dilakukan," kata Seyama.
"Ini merupakan hal yang spesial, tidak saja bagi Afrika Selatan tetapi bagi seluruh Afrika."
Bola untuk selingkuh
Di Uganda, ribuan layar lebar dipasang di taman-taman. Taksi dan gedung-gedung dicat dengan logo Piala Dunia.Puluhan ribu warga memenuhi taman-taman di Johanesburg, sejak pagi membawa trompet vuvuzela.
Di Pantai Gading, banyak warga yang menonton pertandingan di rumah masing-masing. Suasana riuh sorak muncul dari gedung-gedung dan apartemen di ibukota Abijan ketika Afrika Selatan mencetak gol pertama.
Namun di Somalia, gerakan Islam garis keras di sana menyatakan turnamen Piala Dunia ini tidak islami.
"Kami meminta warga untuk tidak menonton pertandingan Piala Dunia," kata Sheikh Mohamed Abdi Aros juru bicara kelompok militan Hizbul Islam kepada AP.
"Ini hanya tindakan menghabiskan waktu dan uang saja."
Di Uganda, beberapa ibu rumah tangga juga mengkhawatirkan dampak Piala Dunia bagi kehidupan rumah tangga mereka.
Ibu rumah tangga Winnie Namaga mengatakan para suami besar kemungkinan akan pulang ke rumah lambat dari biasanya, dan menggunakan alasan bahwa mereka menonton Piala Dunia.
"Mereka bahkan melakukan hal tersebut bila ada pertandingan besar lain. Bahkan mereka yang selingkuh, kadang menggunakan alasan menonton bola sebagai alasan pulang terlambat."
Piala Dunia memberikan kebanggaan Afrika tetapi tidak semua menyukainya dengan alasan yang berbeda-beda.
Β Β Β Β (bbc/bbc)











































