DetikSport
Kamis 29 Maret 2012, 13:30 WIB

Klub tanggapi dingin undangan PSSI

- detikSport
Indonesia - BBC - \"PSSI\"\/

Pengurus PSSI harus bekerja lebih keras membujuk sejumlah pengurus klub yang melakukan pemberontakan. Undangan pengurus PSSI kepada pengurus 12 klub Liga Super Indonesia untuk melakukan pembicaraan rekonsiliasi tidak menadapat respon positif. Sejumlah klub memutuskan untuk tidak menghadiri undangan tersebut dengan berbagai alasan. \"Kami tidak akan datang, kami sudah datang pada undangan yang pertama,\" kata Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Muhammad Farhan. \"Sekarang lebih baik PSSI mengirim tim untuk melakukan gerilya mendekati pengurus klub.\" Keputusan serupa juga disampaikan Ketua Harian Persipura Jayapura, La Siya yang mengatakan mereka tidak bisa datang karena undangannya baru datang Kamis (29\/3) pagi \"Undangannya baru kita terima pagi ini dan pengurus belum ketemu semuanya termasuk dengan ketua umum untuk membicarakan soal undangan ini,\" kata La Siya. \"Kecil sekali kemungkinan Persipura akan datang dalam pertemuan ini.\"

Konsep PSSI<\/h2> Pengurus PSSI sejauh ini belum banyak berkomentar dan menyatakan akan menunggu kedatangan pengurus klub hingga sore nanti atau saat pertemuan itu digelar. \"Berapapun yang datang akan kita jelaskan konsepnya,\" kata Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI Saleh Ismail Mukadar kepada Wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho. Saleh enggan menjelaskan langkah yang akan diambil PSSI jika pertemuan ini menemui jalan buntu, namun dia memastikan pertemuan ini bukanlah satu-satunya langkah untuk melakukan proses rekonsiliasi dengan klub Liga Super Indonesia. \"suporter

Pendukung sepakbola yang besar merupakan sasaran bisnis yang potensial untuk dikelola. \"Akan ada sejumlah langkah lain nantinya.\" PSSI dalam proses rekonsiliasi kali ini menawarkan sejumlah poin untuk disepakati seperti kompetesi harus sesuai dengan regulasi FIFA, meleburnya LSI dan LPI serta pengelolaan kompetisi dirundingkan bersama. Undangan rekonsiliasi PSSI kepada pengurus 12 klub Liga Super Indonesia bukanlah yang pertama. Undangan serupa pernah dilayangkan PSSI pada 14 Maret lalu namun hanya pengurus Persib yang memenuhi undangan tersebut.

Persoalan bisnis<\/h2> Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Muhammad Farhan mengatakan ada sejumlah hal yang perlu dilakukan pengurus PSSI dalam melakukan rekonsiliasi. \"Proses rekonsiliasi ini memang harus dibangun pelan-pelan,\" kata Farhan. Persib menurutnya tidak keberatan dengan lima poin yang ditawarkan PSSI namun dia menilai masih ada sejumlah ganjalan terkait dari sisi pengelolaan bisnis yang ditawarkan pengelola liga resmi PSSI, LPIS. \"Kalau Persib melihat ini lebih pada persoalan bisnisnya.\" Farhan mencontohkan salah satunya soal pemasangan logo iklan pada sisi lapangan sepak bola. \"Jumlah papan iklan yang harus diserahkan kepada pemegang hak komersial terlalu banyak, hak kita terlalu kecil, padahal banyak kesepakatan kami dengan sponsor kami sudah satu paket dengan pemasangan logo di papan iklan,\" jelas Farhan. Sementara Persipura kelihatannya masih menunggu pembicaraan lanjutan di lingkungan internal mereka terkait tawaran PSSI. \"Tawaran pertama memang telah kita tolak tapi kita belum bicarakan terkait tawaran yang kedua ini. Apakah setuju atau tidak kita masih harus melakukan pembicaraan dulu,\" kata La Siya. Sementara dikutip dari sejumlah media, klub seperti Pelita Jaya dan Persisam Samarinda telah menyatakan dengan tegas menolak tawasan rekonsiliasi PSSI. PSSI sendiri terancam sanksi dari FIFA jika tidak bisa menertibkan keberadaan liga yang berada di luar struktur liga resmi yang digagas organisasi itu. \"Kita telah diberi kelonggaran oleh AFC (untuk mengatur liga yang berada di luar struktur liga resmi),\" kata Saleh Mukadar.
(bbc/bbc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed