Kimi mengawali lomba dengan start dari posisi empat. Ia akhirnya mengambil alih posisi pimpinan lomba di akhir lap pertama dari tangan Lewis Hamilton ketika mobil pembalap asal Inggris itu melintir.
Selanjutnya The Iceman nyaris tak terkejar oleh Hamilton. Perbedaan waktu antara keduanya pun sempat melebar sebelum akhirnya Hamilton melakukan pit stop keduanya dan mengganti ban dengan yang lebih kasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sinilah drama terjadi. Beberapa lap menjelang akhir balapan, di tengah usahanya menyalip kembali Hamilton, mobil Kimi justru melintir. Sial baginya, dalam usahanya mengembalikan jet daratnya ke lintasan, ia justru membentur pagar pembatas. Tamat sudah balapan untuknya.
"Saya telah bersiap untuk menang atau kalah dalam lomba ini. Tapi, sayangnya saya justru gagal finis. Saya hanya berusaha untuk menang. Saya melintir ke sisi kiri trek, lalu mencoba kembali ke dalam trek tetapi saya malah keluar," tandasnya seperti dilansir Autosport.
"Saya sangat membutuhkan poin, mendapatkannya atau kehilangannya sama sekali. Tetapi, saya kurang beruntung dengan gagal finis. Saya tak mau finis di urutan belakang karena bisa menyebabkan kami kehilangan poin. Kita lihat apa yang bisa kami lakukan selanjutnya," tukasnya.
Bagi "Si Manusia Es" kegagalan di Belgia ini membuatnya melanjutkan catatan di GP Eropa pada 24 Agustus lalu di mana ia juga gagal finis. Hasilnya ia kini tersendat di posisi empat klasemen sementara dengan poin 57. Dengan lima seri tersisa, jalan Kimi untuk mempertahankan gelar juara dunia memang semakin berat.
(roz/krs)











































