Hamilton kehilangan gelar juara di Belgia setelah terkena penalti 25 detik karena dinilai mendapat keuntungan dengan memotong chicane dalam pertarungan dengan Kimi Raikkonen.
Akam tetapi keputusan itu memancing kontroversi, dan membuat fans dan media menduga ada semacam bias terhadap McLaren. Tapi salah satu steward yang menjatuhan hukuman, Surinder Thathi, bersikeras keputusan telah diambil dengan seadil-adilnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria asal Kenya itu melanjutkan, "Kami punya pilihan antara memberi ganjaran penalti atau mundur 10 grid di balapan berikutnya. Kami memilih yang pertama dan memberikan penalti 25 detik."
"Saya tahu saat ini saya adalah orang yang sangat tidak populer di Inggris Raya, tapi saya hanya melakukan pekerjaan dan saya tahu sudah bertindak profesional," tegas Thathi.
(krs/din)











































