Dengan lima seri tersisa, penentuan gelar juara dunia kian mendekat dan setiap poin jadi sangat berharga. Pada akhir pekan ini "Jet Darat" akan menyambangi Monza, Italia, yang adalah "kandang" Ferrari.
Dengan keberadaaan Massa yang menghuni posisi dua klasemen berkat performa memuaskan belakangan, realistis jika "Kuda Jingkrak" menumpukan asa pada dirinya. Kimi Raikkonen sang juara dunia pun harus rela minggir dan mendukung rekan setimnya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lauda yang pernah jadi juara dunia F1 tiga kali --dua bersama Ferrari dan sekali bersama McLaren-- menyatakan bahwa Raikkonen telah memiliki kans mempertahankan gelar juara, dan gagal.
"Kimi tidak melakukan pekerjaan yang bagus musim ini. Dia cepat di balapan, tapi tidak di latihan. Di Spa dia melakukan pekerjaan bagus, sampai kemudian dia membuangnya," kritik Lauda.
Saran dari Lauda itu juga mendapat dukungan dari kebanyakan media Italia. "Kimi jadi nomor dua? Sekarang saatnya Ferrari memutuskan," tulis harian olahraga La Gazzetta dello Sport.
Sementara itu, mendasarkan kepada hasil di GP Belgia, La Repubblica menegaskan, "Hasil nyatanya: Massa sekarang nomor satu."
Selepas GP Belgia akhir pekan lalu, Ferrari terkesan belum mau menentukan prioritas. Sebagai pengingat, musim lalu adalah Massa yang jadi penopang Raikkonen menuju tahta juara dunia.
(krs/din)











































