Tinggal empat seri tersisa di musim ini. Siapa yang akan menduduki tahta juara dunia juga akan ditentukan dalam keempat seri tersebut.
Dari sisa seri tersebut, Sirkuit Jalan Raya Singapura bisa dibilang sebagai salah satu yang paling menantang. Ini tentu dikarenakan para pembalap untuk kali pertama akan saling bersaing di malam hari, di atas sebuah sirkuit yang masih asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan kubu McLaren yang sama sekali tidak gentar. "Kami menantikannya," sergah Team Principal Ron Dennis seperti dikutip Autosport.
"Kami tidak takut dengan sirkuit manapun. Kami akan bekerja keras untuk memenangi kejuaran dunia," lugas dia.
Saat ini McLaren tengah bersaing ketat dengan Ferrari di klasemen kontruktor dan di pembalap. Kalau di bagian konstruktor McLaren tertinggal lima angka dari Ferrari, untuk pembalap McLaren yang diwakili oleh Lewis Hamilton unggul satu poin atas Felipe Massa dari Ferrari.
Poin tersebut bukan tak mungkin mengalami perubahan mengingat McLaren tengah melayangkan banding seputar pencabutan gelar Hamilton di GP Belgia --yang lantas membuat Massa jadi pemenang. Pengadilan Banding FIA akan mulai mendengarkan keterangan resmi banding itu pada pekan depan di Paris.
"(Kans) kami masih ada di kedua kejuaraan. Di Italia kami kehilangan satu poin untuk pembalap dan mendapat banyak di konstruktor. Kami tak tahu bagaimana situasinya nanti di Paris tapi jika kami mendapatkan poin (dari naik banding) itu maka sekarang kami akan memimpin klasemen konstruktor. Kami harus melihat bagaimana hasilnya nanti," demikian Dennis.
(krs/a2s)











































