Tambahkan Kerendahan Hati, Hamilton

Tambahkan Kerendahan Hati, Hamilton

- Sport
Kamis, 25 Sep 2008 13:20 WIB
Tambahkan Kerendahan Hati, Hamilton
Jakarta - Hukuman Lewis Hamilton di GP Belgia mencuatkan teori konspirasi yang menduga ada upaya menjatuhkan McLaren. Bagi Eddie Jordan yang ada bukan konspirasi, tapi semata hanya Hamilton yang kurang tenang dan rendah hati.

Hamilton mendapat penalti waktu di Spa sehingga kehilangan gelar juara di seri tersebut. Dari kontroversi itu muncul cibiran kalau FIA acap menganakemaskan Ferrari, yang kebetulan memetik keuntungan karena pembalapnya Felipe Massa lantas didapuk jadi juara.

Teori konspirasi kian berkembang setelah banding McLaren ditolak. Benarkah ada upaya-upaya politis untuk mengganjal Hamilton ke tahta juara dunia?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Jordan yang adalah mantan pemilik tim Jordan F1, hukuman buat Hamilton di Spa awal bulan ini memang sedikit kasar. Tapi jangan lupa pula kalau itu bukanlah kali pertama pembalap Inggris tersebut tersandung hal serupa.

"Harus diingat bahwa ini kelima kalinya dia sudah mendapat penalti tahun ini dan sejujurnya, empat hukuman dia yang sebelumnya tak diragukan keabsahannya," ungkap Jordan kepada Setanta yang dikutip Crash.

"Itu jelas jika Anda melihat situasinya saat dia menghadang seseorang (di kualifikasi). Dia membayar hukumannya. Jika Anda datang telat, Anda membayar denda. Di Montreal, dia menabrak mobil bagian belakang (Kimi) Raikkonen saat melewati lampu merah, jadi itu juga jelas," papar dia.

Serangkaian masalah itu, analisa Jordan, menunjukkan ada sesuatu yang kurang dalam diri Hamilton. "Kalau saya jadi bos timnya, saya akan memanggilnya dan bilang 'Lewis, kamu orang terbaik dalam mobil itu. Bersikaplah sangat tenang, percaya akan kemampuanmu sendiri tapi jangan melakukan hal-hal yang tak diperlukan'."

"Hamilton hebat tapi dia butuh sedikit kepercayaan di sana-sini dan memberikan sentuhan kerendahan hati dalam performanya," lugas Jordan.

(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads