Hamilton sempat dikritik lantaran gaya membalapnya yang terlalu agresif. Di GP Singapura lalu dia sempat melakukan hal yang sama saat berusaha menyalip David Couldhard, tindakan yang berisiko besar mengingat keunggulan poin atas Felipe Massa yang sangat tipis dan balapan yang tinggal menysiakan beberapa seri lagi.
Kondisi tersebut disadari betul oleh Hamilton masih di balapan yang sama. Jagoan McLaren Mercedes itu terlihat tak terlalu bernafsu menyerang Nico Rosberg untuk meraih posisi dua saat balapan tinggal menyisakan beberapa lap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan tiga seri tersisa, termasuk GP Jepang akhir pekan ini, peluang Hamilton merengkuh titel juara dunianya terbuka lebar. Dan pelajaran untuk lebih berhati-hati mungkin benar akan menjadi senjata utamanya menjadi kampiun F1.
Tahun lalu saat memasuki GP Jepang Hamilton dalam posisi memimpin klasemen dengan poin 97, unggul 13 poin atas Kimi Raikkonen di posisi kedua. Namun akibat kesalahan fatal yang dia lakukan di pit lane GP Cina dan cuma finis di posisi tujuh pada seri terakhir di Interlagos, Hamilton akhirnya cuma duduk di posisi dua klasemen akhir dan hanya kalah satu angka dari Kimi yang menjadi juara dunia. (din/din)











































