Mosley: Berhemat atau F1 Dapat Tamat

Mosley: Berhemat atau F1 Dapat Tamat

- Sport
Rabu, 08 Okt 2008 05:58 WIB
Mosley: Berhemat atau F1 Dapat Tamat
London - Presiden FIA Max Mosley mengeluarkan pernyataan mencengangkan. Formula Satu bisa jadi hanya bertahan setahun lagi kecuali dilakukan pemotongan pengeluaran secara drastis.

Mosley yang akan turun dari jabatannya tahun depan meyakini bahwa masa depan olahraga otomotif tersebut sedang terancam oleh meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membiayai satu buah tim. Itu bisa dilihat dari nasib tim Super Aguri.

Tim Jepang tersebut mundur dari kejuaraan dunia usai GP Spanyol karena kekurangan dana. Mosley mengkhawatirkan setidaknya dua tim bisa mengikuti jejak Super Aguri jika keadaan tak berubah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir olahraga ini akan berada dalam posisi yang sulit jika kami kehilangan dua tim lagi," ujar Mosley kepada BBC yang dikutip AFP, Rabu (8/10/2008).

"Saat ini kami punya 20 mobil bersaing dan jika kami kehilangan dua tim maka kami akan punya 16 mobil saja dan itu bisa melenyapkan grid yang kredibel. Beberapa pabrikan sudah mengalami kesulitan jika Anda melihat harga saham mereka," analisa dia.

Mosley beranggapan bahwa olahraga tersebut tak bisa lagi jor-joran mengeluarkan uang dan harus bisa lebih efektif menangani keuangan jika ingin bertahan hidup.

"Itu belumlah terkena masalah krisis keuangan global. Hal seperti inilah yang sudah saya kampanyekan selama dua atau tiga tahun terakhir. Sebelum kesulitan ekonomi saat ini sudah terlihat jelas bahwa F1 telah sulit dipertahankan."

Hal itu bukanlah perkara sepele karena kalau keadaan terus berjalan seperti ini, F1 di ambang maut. "Jika kami tak segera menuntaskan hal ini pada 2010 kami akan berada dalam kesulitan serius. Kami bisa tetap hidup sepanjang 2009, tapi saya tak yakin setelah itu."

"Anda tak bisa menjalankan bisnis dengan pengeluaran yang besarnya dua atau tiga kali lebih besar dari pemasukan. Situasi saat ini bergantung kepada miliarder yang menyubsidi tim," demikian Mosley.

Alhasil, pemotongan pengeluaran sederhana dikatakan Mosley bakal membantu tim tetap hidup. Salah satu caranya adalah mengurangi biaya untuk merakit sebuah mobil.

"Mesin dan girboks saja menghabiskan 25 juta pound (Rp 419 miliar) setahun dan itu bisa dikurangi sekitar lima persen tanpa ada perbedaan yang sangat mencolok," tandas dia.


(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads