Usai balapan malam di GP Singapura lalu Ferrari kehilangan puncak pimpinan klasemen konstruktor, dengan nilai 134 mereka tertinggal satu poin dari McLaren. Di klasemen pembalap kondisinya malah lebih buruk karena Felippe Massa saat ini terpaut tujuh poin dari Lewis Hamilton yang masih duduk di posisi teratas.
Meski dalam beberapa seri terakhir mereka mengalami nasib yang kurang baik, namun target yang diusung Ferrari masih sama: menjadi juara dunia konstruktor dan pembalap. Demi mewujudkan hal itu hasil 100% alias finish satu-dua jadi opsi yang sulit dihindari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjuangan meraih hasil sempurna di Sirkuit Fuji akhir pekan ini diakui Domenicali tak akan mudah. Meski begitu dia punya keyakinan tinggi kalau target yang diusungnya bakal bisa diraih, keberhasilan Massa meraih pole dan sempat memimpin GP Singapura sebelum insiden selang bahan bakar menunjukkan kalau Ferrari masih punya potensi.
"Itu pernyataan sederhana tapi merupakan sebuah tugas yang sulit! Bagaimanapun juga, kami memiliki potensi untuk meraih hal tersebut dan kami percaya bisa mendapatkannya."
"Target kami merengkuh dua gelar juara dunia jadi lebih sulit setelah balapan terakhir, terkait kekacauan yang terjadi dengan keluarnya safety car pertama, kami juga tidak membantu diri sendiri menyusul insiden Massa di pit stop," pungkas Domenicali. (din/key)











































