Berbeda dengan pengumuman Asosiasi Olimpiade India (IOA) yang menyebut tahun 2010 sebagai saat di mana India mulai menggelar balapan F1, bos F1 Bernie Ecclestone justru mencanangkan tahun 2011, atau setahun lebih lama.
Pada kesempatan yang sama, Ecclestone turut menyinggung mengenai calon negara-negara penyelenggara lain Grand Prix F1 di masa mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian juga ada India, dan saya bisa bilang bahwa GP di sana mulai akan dimasukkan dalam kalendar tahun 2011," tutur Ecclestone.
Menyoal Singapura yang bulan lalu menjalani debutnya sebagai tuan rumah F1, saat menggelar balapan malam perdana dalam sejarah F1, Ecclestone memastikan "Negeri Singa" tetap akan jadi satu-satunya penggelar adu cepat "Jet Darat" di bawah sinar rembulan dan cahaya buatan.
"GP Singapura semula didasari oleh kebutuhan untuk membuat F1 bisa dilihat di Eropa pada waktu yang bisa diterima, atau bukan dinihari. Jadi ini adalah masalah yang hanya terjadi di balapan Asia dan Oseania."
"Setiap GP dari belahan dunia itu secara teori bisa dipindahkan ke malam hari. Tapi di 2009 hanya akan ada Singapura. Untuk Eropa, saya tak melihat alasan untuk melakukannya setelah matahari terbenam," tuntas Ecclestone.
(krs/krs)











































