Yang dijadikan tolok ukur Kubica untuk memberi nilai negatif pada Hamilton adalah apa yang terjadi di GP Italia bulan lalu. Ketika itu pembalap Toyota Timo Glock terpaksa "mampir" ke trek rumput dan Mark Webber (Red Bull) mesti keluar dari lintasan demi menghindar dari kemungkinan buruk saat dibalap Hamilton.
Pembalap McLaren tersebut mampu finish di urutan ketujuh walaupun start dari posisi ke-15. Namun, Kubica beranggapan bahwa Hamilton lebih pantas diganjar penalti atas kecerobohan yang membahayakan pembalap lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hamilton sudah mengetahui pernyataan Kubica dan menolak meladeni pembalap Polandia itu. Ia hanya mengatakan, "Aku hanya bicara di atas trek. Aku tidak tertarik membahasnya. Menurutku semua orang memiliki opini dan aku bisa menghormati itu."
Jika Hamilton "santai", tidak demikian dengan bosnya di McLaren, Ron Dennis. Ia membela pembalapnya itu dan menyerang balik Kubica.
"Sebaiknya dia fokus pada cara menyetir dia saja," sergahnya setelah Hamilton mencatat waktu terbaik dalam sesi kualifikasi untuk GP Jepang, Sabtu (11/10/2008).
"Urusan baik buruknya penampilan pembalap sudah ada yang bertanggung jawab. Sudah ada aturan yang jelas soal itu.
Dennis juga memuji kehebatan Hamilton saat menyalip lawan-lawannya, sementara hal itulah yang dikecam dari Kubica.
"Segar lagi rasanya punya seorang pembalap bertalenta yang memiliki kemampuan dalam melakukan overtake, serta membuat keputusan-keputusan yang berani dalam musim keduanya di Formula 1."
(a2s/arp)











































