Meski meraih pole position, Hamilton justru tak mampu menambah perolehan poinnya di GP Jepang. Dua hal yang menjadi penyebab kegagalannya tersebut justru "disebabkan" Ferarri dengan dua pembalapnya.
Kejadian pertama terkait dengan drive through penalty yang banyak membuang waktunya. Sanksi tersebut dijatuhkan karena Hamilton dianggap memaksa Kimi Raikkonen ke luar dari lintasan saat balapan baru memasuki tikungan pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa kemudian memang mendapat sanksi, namun justru inilah yang dipertanyakan Hamilton. Dia mengaggp Massa harus mendapat sanksi lebih berat karena pembalap Brasil itu sampai menyenggol mobilnya, sementara insidennya dengan Kimi tak sampai membuat pembalap Finlandia itu tertabrak.
"Kami berdua mendapat penalti yang sama, tapi saya tidak menabrak siapapun sementara dia melakukan hal itu. Saya pikir (hukuman) itu dilakukan hanya atas nama pertandingan," ungkap Hamilton seperti diberitakan Autosport.
Insiden senggolan Massa dengan Hamilton sangat mungkin berbuntut panjang. Pihak McLaren bisa saja menganggap Massa telah memotong jalur setelah kalah bertarung wheel to wheel dengan Hamilton, sesaat sebelum F2008 mencium bagian belakang MP4-23.
Terlepas dari semua kejadian di Sirkuit Fuji, Hamilton merasa tak ada yang berubah dalam perjuangannya menjadi juara dunia. Selain karena Massa cuma dapat satu poin, dia yakin di dua race penutup performanya akan kembali membaik.
"Saya tidak berpikir kalau ini telah membuat perubahan. Saya kehilangan satu angka hari ini, yang tentunya merugikan, tapi kami akan bangkit pekan depan (GP Cina). Kami masih akan kompetitif dan kami harus memastikan untuk memenangi dua balapan terakhir. Bukan berarti kami siap mengorbankan segalanya, tapi kami punya rencana untuk menang," pungkas Hamilton. (din/roz)










































