Bravo, Alonso

Bravo, Alonso

- Sport
Minggu, 12 Okt 2008 16:30 WIB
Bravo, Alonso
Jakarta - Di 14 race pertama, raihan terbaik Fernando Alonso cuma posisi empat. Namun pada dua seri terakhir dia malah bisa jadi kampiun. Sang juara dunia dua kali memang belum habis.

Gelar juara dunia 2008 jelas sudah tak mungkin bisa dikejar Alonso. Kepulangannya ke Renault di awal musim ini tak mampu mengembalikan dia ke tahta juara seperti yang diraih di musim 2005 dan 2006.

Pembalap Spanyol itu mungkin sudah banyak yang mengesampingkan, setidaknya sampai seri ke-15 di balapan malam GP Singapura saat Alonso menjadi juara. Mungkin saat itu banyak yang menilai Alonso cuma beruntung lantaran sebuah insiden yang kemudian berbuntut keluarnya safety car dan mengubah jalannya lomba secara keseluruhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian nyaris serupa hadir di GP Jepang yang membuat Alonso sedikit banyak mendapat keuntungan. Namun podium tertinggi yang didapatnya di Sirkuit Fuji bukan cuma soal nasib baik, juara dunia termuda itu jadi kampiun memang atas kerja baiknya di lintasan dan juga menjalani pertarungan strategi dengan Robert Kubica.

"Itu sulit untuk dipercaya. Saya tak mempercayainya, kemenangan beruntun," seru Alonso usai balapan seperti diberitakan Autosport.

"Kemenangan di Singapura jelas tak diharapkan setelah Sabtu yang menyedihkan dan kegagalan di kualifikasi. Baiklah saya memenangi balapan dengan kondisi khusus karena keluarnya safety car (di Singapura), tapi hari ini kami tak punya apa-apa dan bisa menang lagi. Apalagi karakteristik sirkuit ini tak terlalu cocok dengan kami," lanjut Alonso.

Meski begitu Alonso juga tak menyangkal kalau dia banyak dibantu dengan insiden di tikungan pertama yang melibatkan Kimi Raikkonen, Lewis Hamilton dan Felipe Massa. Apalagi dua pembalap yang disebut belakangan terkena beberapa masalah lain mulai dari penalti hingga mobil yang melintir.

"Saya mengambil keuntungan dan mampu berada di belakang Robert, mulai dari sini balapan menjadi lebih mudah," sambung driver yang kini sudah memenangi 21 balapan sepanjang tujuh tahun karirnya di F1.

Perebutan titel juara dunia 2008 sudah lama ditinggalkan Alonso. Namun dari dua kemenangan beruntun tersebut, pembalap 27 tahun itu bisa menatap musim 2009 dengan sangat optimis.

"Suasana di tim ini lebih kurang sama seperti musim 2006, namun saat itu kami tengah bertarung merebub gelar juara. Kami tetap belajar soal regulasi-regulasi baru, peralatan elektronik baru. Kami mengalami perkembangan pesat dalam manajemen ban, setelah lama berselang kami kini tahu masalah yang kami alami di awal musim," pungks Alonso.
(din/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads