Adalah Jarno Trulli dan Mark Webber yang paling belakangan menyatakan perlawanan pada Hamilton. Sasaran utama mereka tetap pada gaya menyalip runner up musim 2007 itu.
"Lewis bahkan tidak melihat kaca spoin karena dia datang dari belakang tepat di depan saya, dan dia menahan saya selama dua lap," tukas Trulli merujuk pada insiden mereka di GP Jepang minggu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Webber, yang tahun lalu mengecam Hamilton gayanya yang grasa-grusu di belakang safety car di Fuji, secara spesifik mempersoalkan start-nya yang liar sebagai pemegang pole position di Jepang minggu lalu.
"Wilayah pengereman adalah sebuah masalah karena di areal itu Anda tak boleh melakukan gerakan seperti itu," ujar Webber yang juga ketua Asosiasi pembalap Grand Prix F1, seperti dikutip Eurosport.
"Kita pernah kehilangan seorang marshal di Monza ketika ada orang-orang yang bergerak tak menentu di areal pengereman. Sangatlkah sulit untuk mengubah lajur Anda jika tak tahu apa yang akan terjadi. Hanya ini yang harus kita perhatikan."
Marshal yang dimaksud Webber adalah Paolo Ghislimberti, yang tewas terkena serpihan mobil yang bertabrakan di chicane kedua di GP Italia 2000.
"Aku bukannya sedang menyerang Hamilton, tapi ini tentang Anda seharusnya bagaimana. Tiger Wood belajar, Roger Federer belajar. Anda Lewis harusnya juga seperti itu."
Sebelum Trulli dan Webber, beberapa pembalap yang juga mengecam gaya membalap Hamilton adalah Kimi Raikkonen dan Robert Kubica. Keduanya juga mengambil kasus di Fuji. Juara dunia dua kali Fernando Alonso juga telah menyatakan bahwa dari sentimen pribadi dirinya lebih berharap Felipe Massa berhasil mengalahkan Hamilton di akhir musim. (a2s/arp)











































