Di lap 50, setelah dari awal balapan terus di belakang Hamilton dan Raikkonen, Massa berhasil menyalip rekan Ferrari-nya di tikungan hairpin di sirkuit Shanghai. Itu membuatnya mengantongi delapan poin, walau masih terpaut tujuh angka dari Hamilton menjelang seri terakhir di Brasil awal bulan depan.
"Well, itulah masa terbaikku di balapan ini dan aku mengejar dia (Kimi) dan mendahuluinya. Ini bagian bagus dalam balapan, tapi tidaklah cukup karena kami sedang bertarung melawan McLaren," cetusnya seperti dikutip Autosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengambil keputusan memulai balapan dengan ban lunak dan kami sudah tahu sebagian besar yang lain memakai ban keras. Ini karena cara kami sedikit berbeda dengan mobil-mobil lain terutama McLaren. Buat kami ban keras tak punya grip dan mobil jadi sulit dikendalikan."
"Ban lunak tadinya hanya satu-satunya pilihan untuk penghematan pertama dan kedua. Jadi kami memutuskan memulai dengan soft tyre, yang mana hal tersebut tepat buat kami," jelasnya.
Tentang peluangnya memperoleh "keajaiban" di Interlagos dan merebut gelar juara, Massa belum berani optimistis. Ia baru melihat hal yang baik untuk kepentingan tim.
"Hari ini McLaren di depan, tapi kami bisa meraih podium 2-3. Untuk kompetisi pembalap memang tidak fantastis, tapi untuk konstruktor sangat baik. Amatlah penting untuk memburu titel konstrukstor. Aku mencoba di kompetisi driver, tapi hari ini tidaklah mungkin," pungkasnya. (a2s/krs)











































