Juara Dulu, 'Meledak' Kemudian

Lewis Hamilton

Juara Dulu, 'Meledak' Kemudian

- Sport
Senin, 20 Okt 2008 18:18 WIB
Juara Dulu, Meledak Kemudian
Shanghai - Banyak kritik menerpa Lewis Hamilton di antara GP Jepang dan GP China. Sempat terlihat enggan menanggapi serangan, Hamilton akhirnya 'meledak' seusai menjuarai GP China.

Salah satu orang yang terang-terangan tak menyukai Hamilton adalah Fernando Alonso. Eks rekan setim Hamilton di McLaren itu berniat membantu pesaing utama Hamilton di kejuaraan dunia, Felipe Massa.

Tak hanya Alonso, Jarno Trulli dan Mark Webber pun mengkritik Hamilton dengan mengatakan gaya membalap pemuda 23 tahun itu membahayakan. Jangan lupakan pula serangan dari pembalap BMW Robert Kubica.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum GP China, Hamilton hanya unggul lima angka di depan Massa. Mungkin karena masih rapatnya posisi, pembalap utama McLaren tersebut kala itu memilih untuk bersikap cuek dan cool menanggapi semua serangan yang hinggap kepadanya.

Namun situasi berubah setelah Hamilton memenangi GP China di Sirkuit Shanghai, Minggu (19/10/2008) kemarin. Dengan satu seri tersisa dan unggul tujuh poin dari Massa, Hamilton sudah cukup santai menatap peluangnya menjadi juara dunia F1.

Merasa di atas angin, Hamilton yang tadinya diam mulai menyerang balik. Sasaran tembak pertama runner-up dunia 2007 itu adalah Alonso.

"Dia itu juara dunia dua kali yang berada di sebuah tim lalu dikalahkan oleh seorang rookie," sengit Hamilton 'mengenang' kemitraan mereka di McLaren sepanjang tahun 2007 seperti dilansir Autosport.

"Ketika seseorang telah menang, lantas seorang pembalap datang dan mengambil alih, mereka pasti tidak akan bahagia dengan itu," tukas pembalap yang telah mengumpulkan sembilan kemenangan dalam karirnya itu.

Hamilton mengakui dirinya tak populer di tengah pembalap-pembalap lain. Selain karena suksesnya, pemuda berkulit hitam itu juga menilai keengganan dirinya ikut bermain poker di sebuah GP sebagai penyebab lainnya.

"Saya tak bermain poker. Beberapa pembalap berkumpul-kumpul, dan saya di sini untuk membalap," cetus Hamilton.

"Ketidakpopuleran saya karena saya menang. Ketika Anda seorang pemenang, ketika Anda membalap dengan baik, itulah permainannya. Saya tak percaya kepada permainan pikiran. Tak perlu, karena saya masih bisa melakukan pekerjaan saya," pungkas dia.

(arp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads