Dari seri pertama tulisan ini didapati bahwa Massa untuk pertama kalinya memimpin kompetisi setelah menang di Magny-Cours, Prancis. Nasib sialnya di Silverstone membuat perolehan angkanya disamai Hamilton. Dan setelah balapan di Hockenheim, ia tertinggal lagi.
Berikut lanjutan review singkat dari seri ke-9 sampai 17 musim ini:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di trek yang basah Hamilton juara di kandang sendiri. Massa kehilangan banyak waktu karena melintir sehingga posisi finish-nya sangat jauh, di urutan 13. (Massa 48, Hamilton 48)
GP Jerman, 20 Juli
Hamilton menang lagi, Massa ketiga. (Hamilton 58, Massa 54)
GP Hongaria, 3 Agustus
Massa jebol mesinnya hanya tiga lap menjelang akhir lomba. Hamilton lumayan beruntung karena masih bisa mengutip empat poin walaupun sempat pecah ban di pertengahan lomba. (Hamilton 62, Massa 54)
GP Eropa, 24 Agustus
Massa menang dari pole position, Hamilton kedua. Massa hanya diganjar denda dari insiden senggolannya dengan Adrian Suttil di Valencia. (Hamilton 70, Massa 64)
GP Belgia, 7 September
Salah satu seri paling seru dan kontroversial di musim ini. Kemenangan Hamilton dibatalkan terkait insiden pemotongan chicane saat bertarung melawan Raikkonen. Massa mendapat durian runtuh dan dinyatakan berhak atas 10 poin. Hamilton masih dapat podium ketiga. (Hamilton 76, Massa 74)
GP Italia, 14 September
Massa keenam, Hamilton ketujuh. (Hamilton 78, Massa 77)
GP Singapura, 28 September
Hamilton finish ketiga sedangkan Massa, yang memimpin sampai mimpi buruk mendatanginya di pitstop dan gagal membukukan poin. (Hamilton 84, Massa 77)
GP Jepang, 12 Oktober
Salah satu balapan terburuk Hamilton. Kecerobohannya diganjar drive-through penalty. Massa semestinya bisa mendapat lebih dari sekadar finish di urutan ketujuh, kalau saja tidak disenggol Hamilton dan diseruduk Sebastian Bourdais. (Hamilton 84, Massa 79)
GP China, 19 Oktober
Hamilton dominan. Ia menang dari pole dan juga mencatat fastest lap. Massa naik podium kedua setelah diberi kemudahan jalan oleh Kimi Raikkonen. (Hamilton 94, Massa 87)
(a2s/krs)











































