Keunggulan tujuh angka atas Felipe Massa membuat Hamilton tak butuh finis di posisi pertama di GP Brasil untuk mengunci gelar juara dunia. Dia hanya harus finis di posisi kelima.
Brawn selaku Team Principal Honda, yang juga pernah memandu Michael Schumacher merengkuh tujuh gelar juara dunia semasa bertugas di Ferrari, pun memberikan sedikit saran. Berkendara dengan cari aman atau konservatif bisa sama berbahayanya dengan tampil agresif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pengalaman Brawn, dia menganalisa bahwa di awal balapan para pembalap tak bisa dinasihati. Hal itu justru akan berpotensi membuat para pembalap meragukan diri sendiri.
"Tak mungkin karena Anda akan mulai menyelubungi penilaian pembalap dan Anda akan terlibat kekacauan lebih ketimbang membiarkannya," analisa dia.
"Jika Anda mencoba mengendara dengan defensif di tikungan pertama dalam balapan, itu bisa merugikan Anda. Tapi Anda juga tak bisa terlalu ngotot. Dalam perkara Lewis, di Jepang startnya jelek dan saya tak ingin menyarankan seperti itu di Brasil. Tapi (yang tepat) adalah menemukan keseimbangan di bagian-bagian balapan, di mana Anda harus membiarkan insting yang mengambil alih," demikian Brawn.
(krs/a2s)










































