Mau 'Main Kotor', Massa?

Jelang GP Brasil

Mau 'Main Kotor', Massa?

- Sport
Jumat, 31 Okt 2008 06:25 WIB
Mau Main Kotor, Massa?
Sao Paulo - Mengejar ketinggalan tujuh poin adalah tugas berat yang harus dilalui Felipe Massa. Jika merasa mustahil, maukah dia main kotor? Seperti yang pernah dilakukan seniornya, Michael Schumacher.

Massa boleh saja mengklaim kalau dirinya makin termotivasi dengan membalap di depan pendukungnya sendiri. Tapi karena menjadi juara di Interlagos belum akan memastikan titel juara dunia berada di genggamannya, pembalap Brasil itu butuh lebih dari sekedar tampil sempurna.

Nasib baik mungkin menjadi hal yang dicari Massa akhir pekan ini. Nasib baik tersebut harus berupa kegagalan Hamilton finis di posisi delapan besar atau bahkan sama sekali gagal menyelesaikan lomba. Jika itu terjadi, Massa tinggal butuh minimal finis di posisi dua untuk meneruskan tongkat estafet menjadi juara dunia asal Brasil yang terakhir dibawa Ayrton Senna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalau nasib baik itu tak datang, Massa bisa saja "menciptakannya", membuatnya menjadi ada. Caranya? Tentu dengan membuat Hamilton celaka, sesuatu yang pernah dilakukan Michael Schumacher bahkan sampai dua kali.

Kejadian pertama berlangsung di GP Australia 1994 yang merupakan seri pamungkas tahun tersebut. Datang ke Australia dengan keunggulan satu poin, Schumi nampaknya akan mulus menjadi juara dunia karena dia memimpin balapan meski terus dibayangi Hill.

Pada lap 35 Schumi keluar dari trek dan membuat sisi kanan mobilnya membentur dinding. Tak diketahui kerusakan apa yang dia derita saat itu, yang jelas saat kembali ke lintasan kecepatannya terlihat berkurang.

Di tikungan berikutnya, Hill yang sudah mendekatkan jaraknya berusaha menyalip Schumi. Namun kedua mobil tiba-tiba bertabrakan yang kemudian membuat kedua pembalap itu gagal menyelesaikan balapan. Meski banyak yang menduga Schumi sengaja menabrakkan diri, namun FIA justru menyebut itu merupakan murni kecelakaan yang kemudian mengantar Schumi meraih titel juara dunia pertamanya.

Insiden kedua terjadi di musim 1997 dengan Jacques Villeneuve di Sirkuit Jerez yang lagi-lagi merupakan seri terakhir musim tersebut. Schumi yang sebelum balapan unggul satu poin terlibat tabrakan dengan pembalap Kanada itu di lap 48.

Namun kali ini nasib apes harus diterima Schumi lantara dia malah gagal finis sementara Villeneuve mampu menyelesaikan balapan di posisi tiga yang mengantar dia naik ke tangga juara dunia. Dua pekan setelah insiden itu FIA mendiskualifikasi Schumi karena dianggap sengaja menabrak Villeneuve, keputusan yang kemudian diterima Schumi dan mengaku dirinya bersalah.

Maukah Massa melakukan skenario kotor itu? Kubu McLaren dan Lewis Hamilton pastinya sangat berhati-hati dengan hal tersebut, apalagi mereka menuduh Massa telah melakukan hal tersebut musim ini di GP Jepang dua pekan lalu.

"Bermain kotor tak pernah jadi bagian dari saya," tegas Massa seperti diberitakan CNN. Saya tak akan melakukan itu. Satu-satunya hal yang ada di pikiran saya adalah memenangi balapan. Sisanya tak tergantung pada saya."

Dengan tujuh poin tertinggal, bermain kotor - misalnya dengan sengaja menabrakkan mobil - harus dilakukan dengan cantik karena risikonya sangat besar. Bukan Hamilton yang out, bisa-bisa justru Massa harus pensiun dini, kondisi yang membuatnya kehilangan peluang jadi juara dunia.

"Jika saya jadi juara dunia, itu merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Jika tidak pun tidak apa-apa. Saya akan mencobanya lagi musim depan," pungkas Massa. (din/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads