GP Brasil di Sirkuit Interlagos, Senin (3/11/2008) dinihari WIB, menjadi saksi salah satu balapan paling dramatis tahun ini. Apalagi, balapan ini menentukan siapa yang bakal jadi juara dunia.
Massa yang start dari posisi terdepan langsung melaju di depan, nyaris sendirian. Tapi dengan pesaing terberatnya, Lewis Hamilton, bercokol tidak lebih buruk dari posisi lima, pembalap Ferrari itu tahu peluangnya tipis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi nasib sudah digariskan. Vettel dan Hamilton bisa menyalip pembalap Toyota Timo Glock hanya beberapa tikungan sebelum garis finis. Posisi Hamilton pun naik ke peringkat lima. Musnah sudah peluang Massa.
"Saya pikir Anda tahu balapan ini sempurna. Kami melakukan semuanya dengan fantastis dengan cuaca yang begitu sulit. Saya sangat bangga dengan balapan ini dan dengan tim," ujar Massa berlinang air mata seperti dikutip Autosport.
"Ini adalah sebuah hari yang sangat emosional bagi saya. Anda melakukan sesuatu dengan sempurna dengan temperatur ini. Tapi kami semua melihat Lewis menyusul Glock dan itu membuat perasaan campur aduk. Tapi itulah balapan," imbuh pembalap Ferrari ini.
"Balapan berakhir saat chequered flag. Kami finis di depan dan kami harus bangga dengan itu. Kami kalah dengan satu poin tapi itulah balapan. Kami harus bangga dengan pekerjaan kami, dengan balapan ini dan dengan hasil di klasemen," kata pemuda Brasil itu lagi.
"Saya tahu bagaimana caranya menang dan bagaimana jika kalah. Ini hanyalah salah satu hari dalam hidup saya. Saya akan belajar banyak dari hari ini tapi saya sangat emosional," demikian Massa.
(arp/din)











































