Pada awal balapan di sirkuit Interlagos, Senin (11/3/2008) dinihari WIB, Red Bull RB4 yang dinaiki DC dibikin melintir oleh Nico Rosberg (Williams).
"Aku cukup sebal, ini bukan cara yang kuinginkan untuk mengakhiri karir. Aku mencoba berhati-hati mendekati belokan pertama dan menyisakan ruang cukup lapang untuk mobil lain di sudut bagian dalam, tapi sayangnya aku pikir Rosberg menabrakku di belokan kedua, yang bikin aku melintir," jelas DC sebagaimana dilansir Autosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku pikir akan baik-baik saja, tapi kemudian Nakajima menabrak bagian depan mobilku dan terus ke sudut depan. Aku merasa nyaman pada lap pemanasan, aku tak bermasalah dengan lintasan yang basah dan aku ingin bisa finis," kata dia.
Bahkan, pembalap asal Skotlandia itu sudah punya rencana spesial untuk menandai balapan terakhirnya di ajang F1. "Aku ingin membuat gerakan donat buat penonton, sesuatu yang biasanya akan menuai denda, tapi semuanya tak terlaksana."
Namun demikian, pembalap dengan catatan 246 grand prix yang usai pensiun akan tetap berada di Red Bull sebagai penasihat tersebut tetap mensyukuri apa yang sudah dicapai dalam karirnya.
"Tapi aku tak bisa mengeluh, aku punya karir bagus, jadi terima kasih untuk untuk semua orang yang sudah mendukungku. Terima kasih buat usaha tim Red Bull Racing selama empat tahun terakhir, yang mana menyenangkan. Aku menantikan bekerjasama dengan mereka di masa depan."
"Aku terkesima dengan besarnya dukungan yang kudapatkan di paddock akhir pekan ini, itu amat berarti bagiku bahwa sedemikian banyak orang sudah menyempatkan diri bilang 'karir bagus dan semoga berhasil di masa depan'. Dan dengan tiadanya gelar juara dunia, kupikir aku bisa pergi pensiun dengan (dukungan kata-kata) itu, jadi ini akhir yang bagus," lugas pria 37 tahun itu.
Semoga berhasil di masa depan, DC! (krs/din)











































