Hamilton Bertahan dari Perlakuan Rasis

Hamilton Bertahan dari Perlakuan Rasis

- Sport
Selasa, 04 Nov 2008 11:48 WIB
Hamilton Bertahan dari Perlakuan Rasis
Jakarta - Lewis Hamilton punya kualitas teknis yang terbukti telah menjadikannya juara dunia. Selain itu ia juga memiliki mental yang kuat, termasuk dalam menghadapi perlakuan rasis terhadap dirinya.

Ujian pada Hamilton yang didasari warna kulit makin terang-terangan terlihat pada 4 Februari lalu, dalam sesi tes pra-musim di sirkuit Catalunya, Spanyol. Beberapa penonton mewarnai wajahnya dengan cat hitam, memakai wig hitam, dan duduk berdampingan mengenakan baju bertuliskan "Keluarga Hamilton".

Sebelum dan sesudah kejadian itu, banyak ditemui komentar-komentar anti-Hamilton berupa penghinaan rasis di berbagai wesbsite. Celakanya, sebuah rekor yang disandangkan kepada dia sebagai pembalap kulit hitam pertama yang pernah jadi juara dunia, sesungguhnya pun bersifat rasis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjelang seri pamungkas di Brasil akhir pekan lalu, ketika ia hanya bersaing dengan Felipe Massa, serangan buat Hamilton semakin vulgar. Sedikitnya dua hal yang menjadi heboh.

Pertama, sebuah situs Spanyol bernama "pinchalaruedadeHamilton" (letuskan ban Hamilton), menampilkan antara lain animasi gambar sirkuit Interlagos yang membolehkan pengunjungnya menaruh paku dan landak di lintasan yang akan dilalui Hamilton.

Kedua, pada acara hiburan yang digelar sponsor McLaren, Johnnie Walker, di Sao Paulo hari Kamis lalu, sepasang komedian lokal tiba-tiba melemparkan sebuah boneka kucing hitam ke atas panggung, yang tentu saja ditujukan buat Hamilton.

Kejadian itu menyakitkan buat McLaren, dan mereka sempat melakukan investigasi, kenapa orang itu bisa dapat akses masuk ke acara. Sebagian orang juga menganggapnya sebagai racial abuse karena boneka kucing itu berwarna hitam.

Di Brasil, kucing hitam dianggap sebagai simbol nasib buruk. Boleh jadi si pelawak "sekadar" mendoakan Hamilton supaya kalah dari Massa -- hal mana pada saat itu keduanya juga menyerahkan replika kaos tim sepakbola Vasco da Gama, yang adalah tim nomor dua di Brasil.

Massa tidak menganggapnya sebagai racial abuse. "Olahraga ya seperti itu. Beda kalau ada orang yang menyerang dan mencederai dia. Saya pasti akan sangat kecewa. Tapi saya pikir ini bagian dari olahraga," ujar pembalap Ferrari itu.

Kabar terkini mengungkapkan, ayah Hamilton yang bernama Anthony sempat berpikir untuk melarang anaknya itu melanjutkan karir balapannya. Ia merasa sedih setiap kali mengetahui anak dan keluarganya menjadi sasaran kebencian yang didasarkan rasisme.

"Saya sempat berpikir, mungkin ini bukan tempat buat keluargaku," kata Hamilton senior kepada Daily Express, Selasa (4/11/2008). "Saya tak pernah mengatakan ini pada Lewis. Ketika pulang ke rumah, Anda mungkin berpikir 'rupanya dunia tidak seperti yang saya pikirkan'."

Tapi Hamilton bertahan, melawan semua ketidakadilan itu, dan berhasil menjawab sekaligus membalas semua gerakan anti-Hamilton terutama yang memakai pendekatan rasis. Ia menunjukkan bahwa tahun ini ia adalah manusia terbaik di kancah Formula 1. Fernando Alonso pun, yang tahun lalu "bermusuhan" dengan pemuda Inggris itu, memberi pengakuan sportif dengan mendatangi garasi McLaren di Interlagos dan memberi Hamilton ucapan selamat.


Foto: Hamilton memegang boneka kucing hitam yang dilemparkan kepadanya di Brasil. (mirror) (a2s/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads