Hamilton yang merupakan pembalap kulit hitam pertama di Formula 1 telah mengalami perlakuan rasis sejak lama. Perlakuan tersebut semakin menjadi-jadi ketika sekelompok orang mewarnai wajahnya dengan cat hitam, memakai wig hitam, dan duduk berdampingan mengenakan baju bertuliskan "Keluarga Hamilton" pada sesi tes pra-musim di Catalunya Februari lalu.
Puncaknya adalah pada GP Brasil kemarin ketika serangkaian kejadian tak terduga mengitari driver McLaren itu. Salah satunya adalah munculnya sebuah situs bernama "pinchalaruedadeHamilton" (letuskan ban Hamilton). Website tersebut menampilkan gambar sirkuit Interlagos yang membolehkan pengunjungnya menaruh paku dan landak di lintasan yang akan dilalui Hamilton
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak percaya perlakuan rasis ini sungguh-sungguh. Tetapi, jika benar demikian, maka saya tak bisa memahaminya. Saya pikir yang terkejut bukan cuma saya, tetapi juga semua orang."
Pada akhirnya Hamilton keluar sebagai juara dunia Formula 1 yang baru. Catatan tersebut menjadikannya sebagai juara dunia termuda dalam sejarah balapan "jet darat". Anthony pun berharap dengan demikian anaknya bisa membungkam perlakuan rasis itu dengan cara yang lebih sopan.
"Aspek positif dari weekend ini tidak hanya terjadi untuk orang yang sewarna kulit dengan kami, ini untuk semua orang. Dunia saat ini tengah kacau dan saya ingin menunjukkan bahwa kami menjadi contoh yang baik, memiliki respek kepada semua orang, dan tetap jujur."
"Cemoohan dari para suporter di sini (Brasil) mungkin tak akan pernah kita temukan di Inggris," pungkas Anthony.
(roz/a2s)











































