Hamilton oleh sebagian orang yang tidak menyukainya dinilai arogan, semenjak dia mulai terlihat bakal sukses di musim pertamanya di F1 musim lalu. Kesan itu umumnya ditafsirkan dari ucapan-ucapannya.
Akan tetapi, Hamilton tidak ingin dirinya disebut sombong. Pemuda Inggris berusia 23 tahun itu mengakui bahwa kadang-kadang kepercayaan dirinya begitu meluap-luap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan aku bisa mengubah pandangan mereka itu dan menunjukkan bahwa saya ini orang biasa dan punya banyak nilai dan moral," sambungnya, seperti dikutip dari F1live.
Driver tim McLaren ini juga mengakui bahwa dirinya memiliki kepercayaan diri (confidence) dan keyakinan diri (self-belief) yang sangat sehat. Dan boleh jadi itu dianggap dekat dengan sikap sombong.
"Ada sebagian orang yang mengekspresikan hal-hal dengan lebih baik dibanding orang lain. Sebagian lain tidak begitu. Ini wajar. Saya ini tipe orang yang meluap-luap," tandasnya.
Kritik lain yang belakangan sering dialamatkan kepada dia adalah keputusannya meninggalkan Inggris dan memilih tinggal di Swiss. Alasan Hamilton melakukan ini adalah untuk privasi dan soal pajak.
"Inggris akan selalu menjadi cintaku. Saya cinta orang-orangku, saya cinta dukungan mereka, dan saya cinta negeri ini. Tapi saya senang di tempatku sekarang."
(a2s/)











































