Memasuki musim 2008, Rosberg sempat memiliki harapan tinggi untuk bisa berbicara banyak di ajang F1. Selain hasil sesi ujicoba pra musim yang cukup menjanjikan, pada seri perdana di GP Autralia dia mampu duduk di podium ketiga.
Namun setelah itu lebih banyak kekecewaan yang didapat. Hingga seri penutup di Brasil lalu cuma delapan kali dia mampu menyelesaikan balapan di posisi delapan besar, hal mana membuat dia terpuruk di urutan 13 klasemen akhir dengan 18 poin dikumpulkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak meminta mobil untuk bisa menjadi juara dunia, saya cuma minta mobil yang bisa memberi saya kesempatan untuk mencetak poin secara konsiten. Dan finis di atas podium akan menyempurnakan hal itu," ungkap Rosberg seperti dikutip dari situs resmi F1.
"Jika musim 2009 berjalan tak seperti yang diharapkan, maka saya akan berpikir ulang soal musim 2009," lanjut dia.
Di awal musim 2008 Rosberg sempat dikait-kaitkan dengan McLaren Mercedes untuk diduetkan dengan Lewis Hamilton. Meski kemudian menjalani musim yang tak memuaskan bersama William, pembalap kelahiran 27 Juni 1985 itu mengaku tak menyesal.
"Saya belum menyerah dengan tim ini, sama sekali belum. Saya masih sangat termotivasi, dan akan sangat baik buat saya jika mampu mengantar Williams meraih sukses. Mengembalikan tim ini ke 'masa kejayaannya' akan sulit dalam kondisi seperti ini. Tapi meraih beberapa sukses akan sangat menyenangkan buat saya," pungkas pembalap yang sudah tiga musim bekerja untuk Williams itu. (din/arp)











































